September 2021

1 1

Cara Mudah Atasi Rasa Mual Saat Hamil – Kebanyakan ibu yang baru hamil, pasti akan mengalami rasa mual dan muntah. Mual yang terjadi biasanya pada pagi hari, dimana tubuh baru mau mulai beraktivitas kembali. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara mudah yang dapat mengilangkan rasa mual itu. Berikut ulasannya

Apa Saja Cara Menghilangkan Mual Saat Hamil?

1. Makan sesuatu!
Rasa mual bisa semakin memburuk pada saat kondisi perut sedang kosong, jadi cobalah masukkan makanan selingan yang bergizi seperti buah-buahan segar (jeruk, jeruk bali dan jeruk keprok) atau biskuit gandum utuh sepanjang hari untuk mengatasi mual saat hamil. Rencanakan pola makan yang lebih sering namun dalam porsi kecil karena lebih mudah untuk ditoleransi dan juga mencegah perut dari kondisi benar-benar kosong. Simpan camilan di samping tempat tidur sehingga Bunda bisa makan sesuatu di pagi hari – beberapa wanita merasa kondisinya jauh lebih enak dengan makan camilan bahkan sebelum bangun dari tempat tidur!

2. Tetap terhidrasi
Tingkatkan asupan cairan jika Bunda tidak makan terlalu banyak karena mual. Hindari minuman manis dan pastikan juga untuk mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalium (seperti saus apel, pisang, pepaya, blewah, melon, dan air kelapa) dan natrium (seperti kaldu bening dan kaldu ayam).

Jika Bunda kesulitan untuk minum, cobalah minum sedikit dengan sedotan, minum air berkarbonasi, minum air dengan jeruk segar yang diperas, atau hisap es batu yang terbuat dari jus yang dibekukan agar tetap terhidrasi.

3. Coba buat minuman jahe
Coba teh jahe buatan sendiri dengan memarut jahe mentah ke dalam cangkir dengan air panas dan seduh selama tiga menit. Jahe merupakan salah satu cara mengatasi mual saat hamil.

4. Hirup udara segar dalam-dalam
Mengalihkan perhatian dari rasa sakit bisa sangat membantu, lho, jadi buat rencana untuk sekadar keluar dari rumah dan rileks di alam terbuka. Hal ini juga bisa menjadi tips menghindari mual saat hamil.

Baca Juga :Tips Menyusui Anak yang Baru Lahir

5. Beralihlah ke makanan rendah lemak untuk saat ini
Fokus pada makanan rendah lemak seperti yogurt, buah dan sayuran segar, pasta, dan roti bakar atau biskuit gandum utuh. Tetapi jika Bunda lebih suka roti putih dan biji-bijian, jangan khawatir! Konsumsi gandum utuh saat Bunda merasa lebih baik nantinya.

6. Pilih makanan hambar dibandingkan makanan pedas
Makanan yang kaya bumbu, pedas, asam, dan digoreng dapat menyebabkan iritasi. Ganti menu-menu tersebut dengan lebih banyak makanan dengan rasa yang lebih plain atau tawar (seperti telur, buah-buahan dan sayuran yang mengandung zat tepung seperti pisang dan ubi jalar).

7. Makan makanan yang dingin atau bersuhu ruangan
Makanan yang dingin atau bersuhu ruangan lebih dapat ditoleransi karena bau dan rasanya kurang kuat dibandingkan makanan yang disajikan hangat atau panas. Bunda juga mungkin merasa perut lebih nyaman saat memakan makanan yang lebih dingin karena aromanya tidak akan sekuat itu.

8. Coba makanan cair dan smoothie
Bunda mungkin merasa lebih mudah untuk minum daripada makan ketika merasa mual. Coba makan sup atau smoothie, seperti smoothie yang menghidrasi kembali ini:

Bahan:

1 buah pisang

1 gelas air kelapa (tawar atau dengan rasa)

½ cangkir buah segar atau beku seperti persik, jeruk, nanas, semangka, atau beri

Cara membuat :

Campurkan semua bahan dalam food processor atau blender, aduk hingga rata dan sajikan dingin.

9. Kenakan pakaian yang nyaman
Coba kenakan pakaian yang longgar dan tidak ketat, terutama di bagian pinggang.

10. Konsumsi makanan
Zat besi dalam suplemen mungkin akan membuat perut menjadi tidak nyaman. Pastikan mengonsumsinya dengan makanan (idealnya makanan atau camilan dalam jumlah besar) untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Jika Bunda menduga vitamin prenatal merupakan penyebab perut tidak nyaman, bicarakan dengan dokter tentang alternatif dengan lebih sedikit zat besi dan fokus pada peningkatan sumber makanan dari zat besi.

2 2

Tips Menyusui Anak yang Baru Lahir – Kebanyakan ibu yang telah melakukan proses persalinan akan menyusui anaknya dengan ASI. Beberapa ibu mungkin ada yang ASI nya tidak keluar dan ada juga yang malah banyak mengeluarkan susu. Berikut adalah car ayang tepat dalam menyusui

1. Inisiasi menyusui dini (IMD)
Segera setelah bayi lahir, Mama sebaiknya melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Dikutip dari situs Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), sebagian besar bayi baru lahir bisa menyusu sendiri jika diletakkan di dada ibunya segera setelah proses melahirkan.

Riset pun menunjukkan bahwa IMD memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk bayi tetapi juga untuk Mama. Meski Mama membutuhkan banyak istirahat setelah melahirkan, IMD tetap bisa dilakukan. Bahkan IMD bisa menjadi proses pertemuan pertama kali yang indah bagi Mama, Papa, dan juga buah hati tercinta.

Momen IMD juga bisa dimanfaatkan oleh Papa untuk membacakan doa di telinga si Kecil. Jadi pada dasarnya, inti dari IMD ini sendiri adalah kontak kulit antara Mama dan bayi, yang kemudian disusul dengan bayi akan menyusu sendiri dan ini sangat bisa dilakukan oleh bayi yang dilahirkan dengan proses operasi caesar sekalipun.

2. Cari posisi pelekatan yang tepat
Sebenarnya menyusui tidak menyakitkan untuk Mama, dengan catatan semua bagian puting dan sebagian areola bisa benar-benar masuk ke dalam mulut bayi (biasanya areola di bagian atas masih terlihat lebih banyak dibanding areola di bagian bawah).

Posisi pelekatan mulut bayi dengan payudara seperti ini membuat puting mama berada dekat sekali dengan langit-langit mulut bayi yang lembut. Pada posisi ini, dagu bayi menempel pada payudara dan hidungnya akan jauh dari payudara, jadi kepala bayi seperti mendongak.

Posisi seperti ini dapat memudahkan si Kecil untuk menyusu, Ma. Selain itu, perhatikan juga posisi badan bayi. Upayakan tubuh, kepala dan pundaknya berada dalam satu garis lurus menghadap Mama, sehingga perut bayi menempel ke perut atau badan mama.

3. Jangan lupakan juga kenyamanan mama
Suasana yang tenang dan tempat yang nyaman juga berperan penting saat Mama belajar menyusui di masa-masa awal menyusui.

Sayangnya, pada waktu ini seringkali terlalu banyak kerabat yang berkunjung untuk menjenguk. Akibatnya waktu mama untuk fokus belajar menyusui dan mencari posisi pelekatan yang tepat pun kadang-kadang terganggu.

Baca Juga :Pemikiran Dewasa Agar Gak Terjebak Toxic Relationship

Jika Mama juga mengalaminya, jangan ragu untuk menyampaikan bahwa Mama sedang butuh privasi untuk menyusui terlebih dahulu. Termasuk jika Mama saat itu masih berada dalam perawatan di rumah sakit.

4. Hindari buru-buru memberikan dot
Sulitnya menyusui secara lansung seringkali membuat para Mama baru panik dan pesimis bisa memberikan ASI untuk buah hatinya, sehingga memilih untuk menggunakan dot. Bahkan tak jarang pula ada yang memutuskan untuk memberikan susu formula.

Padahal, produksi ASI ibu yang baru melahirkan memang belum banyak. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya frekuensi si Kecil menyusu, produksi ASI pun akan semakin bertambah.

Sayangnya, hal ini seringkali diartikan bahwa ASI ibu kurang dan mulailah bayi diperkenalkan dengan dot dan susu formula. Padahal cara bayi mengisap dot berbeda dengan cara ia menyusu langsung dari payudara.

5. Tak ragu untuk berkonsultasi dengan konselor laktasi
Ketika Mama mengalami masalah atau hambatan saat menyusui si Kecil, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan konselor laktasi. Para pakar ini akan membantu Mama mendapatkan posisi pelekatan yang tepat, mencarikan posisi nyaman untuk Mama, serta membantu mengatasi masalah menyusui lainnya.

Selain di rumah sakit ibu dan anak, konselor laktasi kini juga banyak yang sudah membuat klinik mandiri, Ma.

Jika perlu, ajak juga suami atau anggota keluarga lain untuk mendampingi. Sebab diperlukan dukungan dari orang-orang di sekitar mama juga untuk melancarkan proses menyusui.