Kehamilan

Resiko-Wanita-Ketika-Hamil-Di-Usia-Muda Resiko-Wanita-Ketika-Hamil-Di-Usia-Muda

id-conception.net – Kini sudah cukup banyak pasangan yang memilih untuk menikah di usia muda. Sehingga kini pun banyak dikenal istilah “Mahmud” alias Mamah Muda. Memiliki buah hati di usia muda memang tak ada salahnya, namun yang perlu diperhatikan bahwa usia ideal bagi wanita untuk mengandung.

Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau bahkan di awal 20-an memiliki peluang 98 persen dalam setahun, atau sekitar 25 persen setiap masa subur. Hal ini disampaikan oleh spesiaslis kebidanan dan kandungan Sherman Silber yang juga Direktur Infertility Center of St. Louis di St. Luke’s Hospital, Missouri, AS. Gagal hamil karena masalah kesuburan di usia ini terbilang kecil jika kamu berusia antara 20 hingga 30 tahun yakni sekitar 6 persen. Meski potensi hamil sangat besar, tetapi perlu diperhatikan bahwa hamil di usia ini sebenarnya memiliki risiko yang besar pula. Jadi jika kamu masih berusia 20-an dan berniat hamil, kamu perlu mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan agar kehamilan berjalan lancar.

Kelainan pada Bayi
Risiko kehamilan di usia muda yang bisa dialami wanita adalah terjadinya preeclampsia dan juga risiko kelainan pertumbuhan janin Intrauterine Growth Restriction (IUGR). Kelainan ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang dibutuhkan ibu ketika mengandung. Saat hamil, ibu butuh mikronutrien yang sangat penting bagi perkembangan janin dalam kandungan.

Risiko Keguguran Meningkat
Nyatanya, ketika wanita hamil di bawah usia 20 tahun risiko keguguran yang dialami akan 3 kali lebih tinggi dibanding wanita yang hamil di usia 30 tahun. Bahkan, cedera atau luka akibat melahirkan risikonya meningkat menjadi 4 kali lebih tinggi.

Mengapa demikian? Ini karena organ-organ reproduksi belum bekerja secara optimal. Secara fisik, wanita yang belum masuk usia 20-an bisa dianggap belum “dewasa”. Sehingga ini menyebabkan proses kehamilan menjadi lebih berisiko. Alasan lainnya adalah wanita pada usia ini memiliki siklus haid yang tidak teratur sehingga kehamilan yang terjadi bisa saja tidak diketahui sejak awal. Akibatnya justru berdampak negatif pada kehamilan itu sendiri.

Baca Juga :5 Warna Sperma Dan Penjelasannya

Tekanan Darah Tinggi
Ketika tubuh seorang wanita belum “siap” menanggung beban kehamilan dan persalinan, maka metabolisme tubuh jadi terganggu. Akibatnya tekanan darah pun naik yang sayangnya, gejala ini umumnya belum terdeteksi di awal kehamilan. Dampak fatalnya, di tengah kehamilan wanita hamil yang mengidap tekanan darah tinggi bisa mengalami kejang, pendarahan, hingga eklampsia.

Kanker & Penyakit Seksual
Percaya atau tidak, namun kanker leher rahim bisa mengancam wanita yang melakukan hubungan seksual di bawah usia 20 tahun. Ini karena risiko terkena virus pada organ reproduksi memang lebih besar. Salah satu penyakit seksual yang bisa dialami adalah infeksi dari Chlamydia. Akibatnya, bayi yang dilahirkan bisa terkena infeksi dan pneumonia atau paru-paru basah saat baru lahir. Lalu Si Kecil juga terancam sifilis yang bisa menyebabkan kebutaan pada bayi hingga berdampak fatal bagi ibu dan bayi.

Anemia
Selain tekanan darah tinggi, hamil di usia kurang dari 20-an juga bisa menyebabkan anemia. Jika ini terjadi maka perkembangan janin pus bisa terganggu. Akibatnya, janin tidak bisa tumbuh dengan baik dan memiliki kemungkinan lahir dengan berat badan yang rendah. Penyebab utamanya adalah kesadaran ibu untuk menjaga asupan gizi secara sempurna untuk dirinya dan calon bayi.

Itulah risiko kehamilan pada wanita di usia muda, khususnya yang berusia kurang dari 20-an dan awal 20-an. Sebaiknya, kehamilan di usia ini ditunda meskipun sudah menikah. Alasan medis adalah yang utama agar kondisi kesehatan ibu dan anak bisa terjamin. Oleh karena itu, penting juga untuk bicara dengan dokter dan mendapatkan rekomendasi agar kehamilan berjalan lancar.

Tanda-Kehamilan-Pada-Minggu-Pertama Tanda-Kehamilan-Pada-Minggu-Pertama

id-conception.net – Bagi pasangan suami istri yang berharap memiliki momongan, kehamilan tentu menjadi berita paling ditunggu-tunggu. Namun, tanda kehamilan di minggu pertama seringkali tidak terasa signifikan, sehingga banyak wanita yang tidak menyadarinya. Nah, agar ibu tidak melewatkan momen kehadiran Si Kecil di dalam perut, ketahui tanda-tanda kehamilan di minggu pertama di sini.

Mungkin ini kedengarannya aneh untuk kamu, tetapi di kehamilan minggu pertama, kamu sebenarnya belum benar-benar hamil. Hal ini karena kehamilan dihitung selama 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Kehamilan baru terjadi hanya ketika tubuh kamu melepaskan sel telur dari ovarium yang biasanya terjadi antara akhir minggu ke-2 atau awal minggu ke-3. Pelepasan sel telur ini disebut masa subur atau ovulasi yang biasanya berarti kamu subur dan siap untuk hamil. Agar bisa terjadi kehamilan, sel telur harus bertemu sperma pada tuba fallopi.

Siklus ovulasi yang biasanya terjadi pada hari ke-13 sampai ke-20 setelah HPHT akan menentukan tanggal pembuahan. Namun, ovulasi juga dipengaruhi oleh seberapa lama siklus haid seorang wanita. Rata-rata wanita memiliki siklus menstruasi sekitar 28 hari, tetapi sebagian wanita memiliki siklus yang berbeda.

Nah, untuk mengetahui pola siklus menstruasi kamu, kamu bisa mencatat tanggal menstruasi selama beberapa bulan, mengukur suhu basal tubuh (suhu tubuh saat baru bangun tidur di pagi hari) menjelang ovulasi, atau mengamati tekstur cairan vagina yang terlihat lebih jernih dan licin. Kamu juga bisa menggunakan cara praktis, yaitu dengan menggunakan alat tes ovulasi.

Selain tidak dapat haid, gejala minggu pertama kehamilan sebenarnya mirip, seperti gejala minggu pertama kamu mendapatkan siklus menstruasi yang biasanya bikin tidak nyaman, antara lain:

  • Perut kembung.
  • Mual dengan atau tanpa muntah.
  • Jerawat.
  • Sakit kepala.
  • Ngidam dan nafsu makan meningkat.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit atau diare.
  • Nyeri sendi dan otot.
  • Sakit atau kram perut.
  • Payudara berubah menjadi lembut.
  • Intoleransi terhadap alkohol.
  • Pertambahan berat badan karena retensi cairan.
  • Kecemasan dan perubahan suasana hati.
  • Perubahan libido.
  • Kelelahan.

Baca Juga :Berhubungan Seks Saat Menstruasi

Cara Mempersiapkan Tubuh untuk Kehamilan
Meskipun sulit menentukan tanda kehamilan minggu pertama, tetapi ibu bisa mempersiapkan diri untuk kehamilan dengan cara-cara berikut ini:

1. Mengetahui Kapan Masa Subur Kamu
Ketika tubuh kamu melepaskan sel telur selama ovulasi, ia hanya memiliki waktu 12 sampai 24 jam untuk hidup. Sel telur harus bertemu sperma dalam jangka waktu tersebut, atau bila tidak kamu tidak akan hamil. Jadi, kamu dianjurkan untuk mencari tahu masa subur kamu, agar memiliki peluang yang lebih tinggi untuk hamil.

2. Mulai Meminum Vitamin Prenatal
Minum vitamin prenatal biasanya dianjurkan oleh dokter bagi kamu yang sedang hamil atau mencoba untuk hamil. Para ahli sepakat bahwa asam folat merupakan vitamin prenatal paling penting untuk kehamilan. Mengonsumsi vitamin prenatal dapat membantu mencegah masalah serius yang disebut cacat lahir tabung saraf. Jadi, bila ibu belum menambahkan asam folat ke asupan harian ibu, kehamilan minggu pertama adalah waktu yang tepat untuk memulai.

3. Minum Banyak Air dan Bukan Alkohol
Selama kehamilan minggu pertama, mulailah terapkan gaya hidup sehat untuk dipertahankan sepanjang kehamilan ibu. Bagi banyak calon ibu, mungkin sulit untuk menghentikan alkohol. Namun, hal tersebut perlu dilakukan demi kesehatan bayi di masa depan. Mulai kurangi juga minuman manis yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan bayi dan juga ibu. Alih-alih mengambil sekaleng cola atau anggur, penuhi kebutuhan cairan ibu dengan air putih.

Hubungan Incest Seks Bisa Mengancam Hubungan Incest Seks Bisa Mengancam

id-conception.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Hubungan Incest Seks Bisa Mengancam. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Hubungan Incest Seks Bisa Mengancam

Efek Fisik dan Psikis Akibat Hubungan Sedarah
Berikut beberapa kemungkinan buruk yang dapat terjadi pada keturunan yang berasal dari hubungan sedarah:

  • Anak berisiko tinggi terlahir dengan kelainan genetik.
  • Gangguan mental dan disabilitas intelektual.
  • Kelainan fisik bawaan.
  • Kematian.

Jika hubungan sedarah merupakan suatu pelecehan seksual, dampak buruk tidak hanya mengintai keturunannya, tapi juga terjadi pada korban (kebanyakan wanita), baik berupa gangguan secara fisik maupun psikologis.

Gangguan fisik yang dapat terjadi, antara lain:

  • Nyeri pada vagina.
  • Nyeri pada anus.
  • Perdarahan.
  • Infeksi pada alat kelamin, dengan gejala berupa keputihan atau nyeri saat berkemih.
  • Terkena penyakit menular seksual.
  • Mengompol.
  • Konstipasi.
  • Kehamilan yang tidak diinginkan.

Gangguan psikologis yang dapat terjadi, antara lain:

  • Depresi.
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  • Mengalami mimpi buruk.
  • Fobia.
  • Gangguan makan.
  • Menarik diri dari lingkungan.
  • Penyalahgunaan narkoba.
  • Menjalani perilaku seksual sebelum waktunya.
  • Ide atau percobaan bunuh diri.

Hubungan sedarah yang merupakan pelecehan seksual biasanya terjadi antara orang tua dan anak kandungnya, namun bisa juga antar saudara kandung, atau anggota keluarga lain. Hubungan ini dapat terjadi berulang kali dan tanpa diketahui oleh anggota keluarga lainnya. Korban mungkin memilih bungkam dan bersedia dilecehkan karena tidak ingin melihat keluarganya mengalami perpecahan.

Orang tua yang melakukan hubungan seksual sedarah dengan anaknya sendiri biasanya memiliki moral yang rendah dan kerap beraksi tanpa akal sehat karena dipengaruhi minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang. Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan bahwa hubungan sedarah dalam keluarga lebih berisiko dilakukan oleh orang tua yang semasa kecilnya juga pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh keluarganya.

Baca Juga :Telat Datang Bulan Pertanda Hamil

Mendeteksi dan Menghindari Hubungan Sedarah
Kasih sayang di antara keluarga memang merupakan salah satu tanda kedekatan dan bentuk hubungan yang wajar. Namun jika perasaan tersebut berlanjut hingga terjalin hubungan seksual sedarah, maka ini bukan lagi hal yang normal. Di Indonesia, hubungan sedarah adalah hubungan yang tidak diakui di mata hukum. Bahkan tindakan seksual terhadap anak di bawah umur (di bawah usia 18 tahun) yang dilakukan oleh anggota keluarga sendiri merupakan bentuk pelanggaran hukum yang diatur oleh UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Jika Anda mendapati adanya gelagat yang tidak biasa di dalam keluarga, Anda mungkin bisa mencurigai kondisi ini. Coba dekati anak Anda, tanyakan kepadanya secara baik-baik mengenai apa yang dia alami. Jika dia terlihat tertekan dan tidak mau bercerita saat itu, jangan memaksanya. Anda bisa menanyakannya lagi di lain waktu saat kondisinya memungkinkan.

Bila perlu, Anda bisa membawa saudara atau anak yang dicurigai memiliki hubungan sedarah untuk berkonsultasi ke dokter dan mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Jika terdapat indikasi kuat adanya hubungan sedarah yang terkait pelecehan seksual, maka hal ini perlu mendapat tindak lanjut dari pihak yang berwajib.

Telat Datang Bulan Pertanda Hamil Telat Datang Bulan Pertanda Hamil

id-conception.net Tidak semua yang telat datang bulan berakibat hamil,Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Telat Datang Bulan Pertanda Hamil. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Telat Datang Bulan Pertanda Hamil

Kenali Penyebab Telat Datang Bulan
Berikut ini adalah beberapa kondisi selain kehamilan yang dapat menyebabkan telat datang bulan:

1. Gaya hidup tidak sehat
Faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurangnya istirahat, asupan nutrisi yang buruk, kelebihan berat badan atau berat badan rendah, dan diet ekstrem, bisa mengganggu fungsi hormon di dalam tubuhmu. Hal ini kemudian bisa mengganggu siklus menstruasimu dan menyebabkan telat datang bulan.

Selain itu, telat datang bulan juga terjadi karena stres dan perubahan hormon secara abnormal pada wanita yang memiliki gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia.

2. Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh
Telat datang bulan memiliki kaitan yang erat dengan ketidakseimbangan hormon. Hormon yang tidak seimbang bisa disebabkan oleh sindrom polikistik ovarium, penyakit tiroid, serta menopause dini. Selain itu, kondisi medis yang mendasari ketidakseimbangan hormon dapat berupa adanya tumor kelenjar pituitari di otak.

3. Penggunaan alat kontrasepsi
Selain kondisi dan penyakit di atas, ketidakseimbangan hormon juga dapat terjadi pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Contohnya adalah alat kontrasepsi yang disuntik, ditanam (implan), maupun pil yang diminum.

Butuh waktu selama beberapa hari hingga beberapa minggu agar menstruasi kembali normal setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

4. Konsumsi obat tertentu
Beberapa jenis obat-obatan dapat membuatmu telat datang bulan, misalnya obat kemoterapi untuk kanker, obat antidepresan, obat antipsikotik, obat alergi, serta obat pengendali tekanan darah.

5. Amenorrhea
Telat datang bulan dalam waktu lama dapat dikenal sebagai amenorrhea. Amenorrhea dibagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Amenorrhea primer adalah kondisi tidak adanya menstruasi sama sekali setelah menginjak usia 15 tahun. Sementara amenorrhea sekunder terjadi pada wanita yang sudah pernah menstruasi sebelumnya, lalu tidak menstruasi selama tiga bulan atau lebih.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh beragam hal, mulai dari kelainan bawaan, hingga gangguan hormonal. Amenorrhea memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, agar dapat diketahui apa penyebab yang mendasarinya. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan yang dibutuhkan, sesuai dengan penyebabnya.

Baca Juga :Berhubungan Seks Saat Menstruasi

Cara Mengatasi Telat Datang Bulan
Mengatasi telat datang bulan perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk itu, dokter perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Dokter akan mendiagnosis penyebab telat datang bulan dengan wawancara untuk menelusuri riwayat keluhan ini. Kemudian dokter akan melanjutkannya dengan pemeriksaan fisik yang mencakup pemeriksaan panggul, serta melakukan pemeriksaan kehamilan.

Selain itu, dokter juga kemungkinan akan melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab telat datang bulan, di antaranya berupa tes darah untuk mengetahui kadar hormon dalam tubuh. Kemudian mungkin juga dilakukan tes pencitraan dengan ultrasonografi (USG), CT scan, ataupun MRI, bila diperlukan.

Sebagai langkah awal untuk mengatasi telat datang bulan, dokter akan menganjurkan perbaikan gaya hidup. Pada beberapa kasus, dokter juga akan memberikan pil kontrasepsi atau terapi hormon lain untuk mengatasi telat datang bulan.

Jika telat datang bulan disebabkan oleh gangguan pada tiroid, diperlukan pengobatan khusus untuk mengatasi gangguan tersebut. Dan apabila telat datang bulan disebabkan oleh tumor, kemungkinan diperlukan operasi.

Upaya mencegah telat datang bulan bisa dilakukan dengan pola hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta mengonsumsi makanan sehat. Namun jika telat datang bulan tetap kamu alami, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan diberikan penanganan yang tepat.

Berhubungan Seks Saat Menstruasi Berhubungan Seks Saat Menstruasi

id-conception.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Berhubungan Seks Saat Menstruasi. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Berhubungan Seks Saat Menstruasi

Kemungkinan hamil setelah berhubungan seksual saat sedang menstruasi memang terbilang kecil. Namun, hal ini berlaku untuk wanita dengan siklus menstruasi 28-30 hari atau lebih panjang. Sedangkan pada wanita dengan siklus menstruasi lebih pendek dari itu, memiliki kemungkinan hamil yang sedikit lebih besar ketika berhubungan seksual saat menstruasi.

Berkaitan dengan Siklus Menstruasi
Wanita yang memiliki siklus menstruasi pendek tetap bisa hamil, jika berhubungan seksual di masa menstruasi. Penyebab kehamilan saat menstruasi adalah karena sperma dapat bertahan hidup dalam tubuh wanita hingga 5-7 hari setelah hubungan seksual.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut:
Jika siklus menstruasi kamu lebih pendek, misalnya 21-24 hari sekali, itu berarti kamu akan mengalami ovulasi lebih cepat dari umumnya. Jika sperma dapat hidup dalam tubuh wanita selama beberapa hari, dan kamu berhubungan seksual di akhir masa menstruasi, maka kamu bisa jadi akan hamil 4-5 hari kemudian.

Kalaupun periode menstruasi kamu 28-30 hari sekali, kamu tetap dapat hamil jika melakukan hubungan seksual di akhir masa menstruasi. Jika menstruasi terjadi selama kurang lebih seminggu, dan ovulasi terjadi antara hari ke-11 dan ke-21, maka kehamilan dapat terjadi.

Jika kamu berhubungan seksual pada hari ke-7, sedangkan menstruasi berhenti di hari ke-6, dan ovulasi terjadi pada hari ke-11, sperma masih dapat menunggu di tuba falopi pada hari ke-6 untuk pembuahan.

Tidak jarang terjadi salah menghitung siklus menstruasi, karena timbul flek atau perdarahan ringan sebelum atau sesudah masa menstruasi. Kondisi ini kadang salah dianggap sebagai menstruasi sehingga dapat menyebabkan kehamilan.

Jika berhubungan seksual di akhir masa menstruasi masih cukup mungkin menyebabkan kehamilan, sebaliknya peluang hamil saat berhubungan seksual tepat sebelum masa menstruasi sangat kecil, karena sel telur hanya bertahan 12-24 jam setelah pembuahan. Bahkan bisa dibilang bahwa hari sebelum menstruasi adalah saat paling aman bagi kamu untuk berhubungan seksual tanpa kekhawatiran hamil.

Menggunakan kondom saat berhubungan seksual di masa menstruasi dapat mengurangi peluang kehamilan. Kondom juga penting untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual, seperti HIV, yang lebih berisiko tersebar lewat darah haid. Sebab, saat ini leher rahim yang lebih terbuka meningkatkan risiko infeksi jika hubungan seksual dilakukan tanpa kondom.

Penjelasan dari Segi Medis
Jika dilihat dari segi medis, berhubungan seks saat menstruasi memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

Jika Anda mengalami gejala seperti kram, perasaan sedih, atau depresi selama menstruasi, seks saat menstruasi mungkin akan bermanfaat. Karena saat orgasme, Anda akan melepaskan hormon endorfin yang rupanya dapat mengurangi beberapa gejala nyeri saat menstruasi. Endorfin adalah hormon yang bisa membuat seseorang merasa senang sehingga bisa meredakan depresi atau bad mood.

Berhubungan seks saat menstruasi juga bisa memberi kepuasan yang lebih.Alasannya, karena terjadi perubahan hormon pada wanita yang sedang haid sehingga membuat mereka merasa lebih bergairah.

Baca Juga :Berhubungan Seks Saat Hamil

Kendati seks saat menstruasi bermanfaat bagi Anda, namun ada pula risikonya, di antaranya:

Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit menular seksual dibandingkan melakukan hubungan seks di luar masa menstruasi. Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka, sehingga memungkinkan darah untuk masuk ke dalamnya. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk menuju rongga panggul.
Anda juga lebih mungkin untuk menularkan penyakit HIV dan hepatitis ke pasangan saat kondisi seperti ini, karena lebih banyak cairan tubuh atau darah yang keluar.

Vagina Anda memiliki kadar potential Hydrogen (pH) 3,8 hingga 4,5 setiap bulan. Namun selama menstruasi, kadar pH tersebut meningkat karena tingkat pH darahnya menjadi lebih tinggi, dan hal ini menyebabkan ragi atau jamur menjadi tumbuh lebih cepat. Gejala infeksi jamur vagina lebih cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi, dan berhubungan seksual saat itu dapat memperburuk gejala yang ada.

Seks saat menstruasi juga memiliki risiko untuk hamil. Walau kecil, namun tetap ada kemungkinan Anda akan hamil ketika berhubungan intim tanpa pengaman atau kontrasepsi saat menstruasi. Untuk menghindari kehamilan, gunakan kondom saat bercinta.

Tips Dalam Variasi Bercinta
Buat Anda yang ingin mencoba melakukan hubungan seks saat menstruasi, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini, misalnya:

Jangan melakukannya ketika darah haid sedang mengalir dengan derasnya seperti hari pertama atau kedua, demi menjaga kebersihan tempat tidur Anda dari darah. Untuk menghindari noda darah, Anda dapat menaruh alas seperti handuk. Jangan khawatir pula jika melihat gumpalan darah berawarna merah atau cokelat gelap selama atau setelah berhubungan seks, karena hal itu adalah normal.

Anda bisa mencoba untuk menggunakan kondom wanita yang dapat membantu mengurangi jumlah darah yang mungkin keluar saat berhubungan seks. Selain itu, Anda juga dapat mencoba posisi misionaris yang berguna untuk membatasi aliran darah yang keluar.

Bercinta di bawah pancuran kamar mandi juga bisa menjadi pilihan. Namun, hal ini tetap memiliki risiko, seperti darah akan tercecer di tubuh Anda dan juga pasangan. Ketika Anda melakukan seks saat menstruasi, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik dengan darah tersebut, agar aktivitas bercinta tidak terganggu.

Tapi sekali lagi perlu diingat, berhubungan seksual saat menstruasi bisa menimbulkan risiko tersendiri, terutama jika tidak dilakukan secara aman. Bagi Anda yang ingin menyalurkan hasrat, namun tidak ingin melakukan hubungan seksual yang melibatkan penetrasi, ada alternatif lain yang bisa Anda coba, seperti:

Pijatan sensual. Anda tidak perlu mahir memijat seperti tukang pijat pada umumnya. Pijatan di sini lebih ditujukan untuk menggoda pasangan dan membangkitkan libidonya. Pijat dengan perlahan-lahan bagian-bagian tubuh pasangan Anda yang sensitif, terutama bagian paha dan bokong. Anda juga bisa merangsang pasangan Anda dengan menyentuh bagian putingnya yang juga sensitif.

Mandi bersama juga bisa menjadi pilihan. Anda bisa membersihkan tubuh dan rambutnya. Sensasi yang diberikan saat mandi bersama pasangan akan mampu memelihara dan membangkitkan gairah seks yang ada. Mandi bersama dapat memberikan sentuhan-sentuhan lembut kepada pasangan untuk merekatkan keintiman dan menjadi pilihan ketika Anda tengah menstruasi. Namun, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik saat melihat darah menstruasi Anda.

Seks merupakan hal penting dalam urusan rumah tangga. Namun, jangan menjadikannya sebagai beban. Jika Anda merasa tidak nyaman melakukan seks saat menstruasi, katakan kepada pasangan Anda. Membina hubungan suami istri tidak melulu berkaitan dengan urusan ranjang. Banyak hal lain yang bisa Anda dan pasangan lakukan untuk menciptakan suasana romantis. Pada lain sisi, jika Anda dan pasangan merasa nyaman melakukannya, maka lakukanlah hubungan seksual saat menstruasi dengan penuh cinta kasih.

Berhubungan Seks Saat Hamil Berhubungan Seks Saat Hamil

id-conception.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Berhubungan Seks Saat Hamil. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Berhubungan Seks Saat Hamil

Perubahan kondisi tubuh di awal kehamilan seperti perubahan hormon, pengerasan payudara, mual, naik turunnya emosi, dan kelelahan dapat menurunkan hasrat untuk berhubungan seksual. Saat kandungan membesar, hasrat seksual mungkin tetap turun karena sakit punggung dan pertambahan berat badan yang dirasakan wanita. Namun ternyata pada sebagian lain wanita, dapat terjadi peningkatan hasrat seksual yang berkaitan dengan peningkatan produksi hormon.

Fakta tentang Berhubungan Seks Saat Hamil
Jika kehamilan Anda normal, berhubungan seksual saat hamil tidak akan membahayakan. Berikut beberapa fakta yang layak Anda simak.Bayi Anda terlindungi cairan ketuban rahim yang kuat, sehingga aktivitas seksual tidak akan membahayakannya. Perlindungan ini dibantu dengan otot rahim serta lendir tebal yang menutup mulut rahim untuk menghindarkan infeksi. Penis yang masuk saat bersenggama tidak akan mencapai bayi.

Semua posisi hubungan seksual saat hamil umumnya aman selama Anda merasa nyaman. Anda dapat mencoba menyesuaikan posisi dengan perubahan perut yang kian membesar. Misalnya daripada berbaring telentang, mungkin Anda dan pasangan dapat berbaring berhadapan, atau Anda yang berada di posisi atas.Umumnya, keguguran tidak diakibatkan hubungan seksual, tapi karena pertumbuhan janin yang tidak normal.

Seks oral umumnya juga cenderung aman dilakukan di masa kehamilan. Hanya saja, pastikan agar pasangan tidak meniupkan udara ke vagina karena ada sedikit risiko embolisme udara, yaitu udara yang dapat menutup pembuluh darah. Kondisi ini berbahaya bagi Anda dan janin. Sementara, seks anal tidak disarankan karena dapat menyebabkan tersebarnya infeksi bakteri dari anus ke vagina, dan terutama jika Anda mengalami hemoroid.

Komunikasikan perubahan yang Anda rasakan pada tubuh dan emosi kepada pasangan, sehingga Anda berdua dapat mencari cara terbaik untuk berhubungan seksual. Di samping itu, komunikasikan juga jika Anda sedang merasa tidak nyaman untuk berhubungan seksual. Keintiman dapat dibangun lewat obrolan, pelukan, dan ciuman.

Perubahan bentuk tubuh juga membuat Anda mungkin tidak lagi percaya diri ketika berhubungan seksual. Padahal, kebanyakan pria berpendapat bahwa istrinya menjadi lebih menarik secara seksual saat hamil.

Baca Juga :Resiko Diabetes Pada Kehamilan Ibu

Kondisi yang Perlu Dihindari bila Berhubungan Seks Saat Hamil
Walau umumnya aman, namun ada kondisi yang membuat Anda dan pasangan perlu membatasi, bahkan menghindari hubungan seksual saat hamil, yaitu:

  • Hindari hubungan seksual, termasuk seks oral, jika pasangan Anda sedang memiliki penyakit menular berbahaya seperti herpes oral, penyakit menular seksual, ataupun HIV. Kondom lateks dapat juga digunakan untuk melindungi diri.
  • Hindari hubungan seksual jika Anda pernah mengalami perdarahan berat di masa kehamilan. Dalam kondisi ini, hubungan seksual dapat meningkatkan risiko perdarahan berat.
  • Hindari hubungan seksual saat ketuban pecah karena dapat meningkatkan risiko infeksi.
  • Seks saat hamil juga dianjurkan dibatasi saat Anda mengandung bayi kembar.
  • Hindari seks saat leher rahim mulai terbuka lebih cepat.
  • Hindari seks jika Anda pernah mengalami persalinan prematur.
  • Tunda hubungan seks jika Anda mengalami plasenta previa karena berisiko menyebabkan perdarahan.

Kram setelah berhubungan seksual saat hamil adalah hal normal. Namun periksakan ke dokter jika kram tidak reda setelah beberapa menit atau jika Anda mengalami perdarahan. Di samping itu, segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami perdarahan atau keluar cairan berbau tidak sedap dari vagina setelah hubungan seksual. Cairan ini dapat menjadi tanda terjadinya infeksi.

Kesimpulannya, berhubungan seks pada saat masa hamil adalah aktivitas yang aman selama tidak ada masalah pada kehamilan tersebut. Jika Anda ragu, konsultasikanlah ke dokter.

Resiko Diabetes Pada Kehamilan Ibu Resiko Diabetes Pada Kehamilan Ibu

id-conception.netPada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Resiko Diabetes Pada Kehamilan Ibu. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Resiko Diabetes Pada Kehamilan Ibu

Bagaimana faktor risiko diabetes gestasional didiagnosis?
Diabetes gestasional merupakan jenis diabetes yang dialami ibu hamil karena perubahan hormon.Kebanyakan wanita yang memiliki faktor risiko diabetes gestasional dan didiagnosa positif diabetes, tidak pernah menderita diabetes sebelumnya.Kondisi ini memang kerap muncul pada ibu hamil yang bahkan tak pernah memiliki riwayat diabetes. Kondisi diabetes gestasional akan sembuh dengan sendirinya setelah kelahiran bayi.

Meski begitu, bila di kehamilan pertama Anda sudah terkena diabetes gestasional, di kehamilan berikutnya kemungkinan Anda mengalami hal yang sama.Bahkan, bila sudah terkena sebelumnya, risiko diabetes gestasional bisa meningkat tujuh kali lipat.

Membedakan penyebab dan faktor risiko diabetes gestasional
Bagi sebagian orang, mungkin sulit membedakan antara penyebab dan faktor risiko. Perlu dipahami bahwa penyebab dan faktor risiko adalah dua hal yang berbeda tapi saling berkaitan.

Istilah faktor risiko bukan termasuk penyebab diabetes saat hamil. Faktor risiko hanya kondisi, kebiasaan, dan hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap diabetes gestasional.Jadi, semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar peluang untuk terkena diabetes saat hamil. Oleh karena itu, periksakan diri secara rutin jika Anda memiliki faktor yang meningkatkan risikonya.

Faktor risiko diabetes gestasional
Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena diabetes saat hamil. Berikut daftarnya dilansir dari Everyday Health:

Wanita di atas 25 tahun
Menurut jurnal Diabetology and Metabolic Syndrome, wanita yang hamil di atas usia 25 tahun cenderung rentan terkena diabetes gestasional. Oleh karenanya, periksakan diri secara rutin jika Anda sedang hamil dan berusia di atas 25 tahun.

Kadar gula darah meningkat
Gula darah tinggi atau hiperglikemia adalah masalah utama dan menjadi faktor risiko diabetes saat hamil. Bila tidak ditangani dengan baik, ibu hamil rentan terkena diabetes gestasional.

Tekanan darah tinggi
Faktor lain yang meningkatkan risiko diabetes saat hamil berikutnya adalah tekanan darah tinggi. Kondisi ini bisa memengaruhi sekresi insulin dari pankreas dan menuju kadar gula darah yang lebih tinggi. Hal ini tentu bisa meningkatkan risiko diabetes pada ibu hamil.

Memiliki kolesterol tinggi dan penyakit jantung
Apa hubungannya kolesterol dan penyakit jantung dengan faktor risiko diabetes gestasional? Kolesterol dipengaruhi tekanan darah dan glukosa dalam darah.Bila kadar glukosa dalam darah dan tekanan darah tinggi, jumlah kolesterol akan meningkat. Hal inilah yang kemudian meningkatkan risiko ibu untuk terkena diabetes saat hamil.

Memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2
Faktor risiko diabetes gestasional lebih besar menimpa ibu hamil ketika Anda memiliki kondisi pradiabetes. Ini merupakan kondisi gula darah yang sedikit, tapi perlahan meningkat dan bisa sebabkan diabetes tipe dua. Ditambah keluarga Anda memiliki riwayat diabetes gestasional sebelumnya, seperti orang tua, kakak adik, atau saudara kandung lain yang masih memiliki hubungan darah.Anda juga berpotensi terkena diabetes gestasional ketika pernah mengalami hal yang sama di kehamilan sebelumnya.

Ketidakseimbangan hormon
Bila Anda memiliki kondisi yang menyebabkan resistensi insulin yang menyebabkkan ketidakseimbangan hormon, itu merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko diabetes saat hamil.Dua kondisi yang menyebabkan resistensi insulin yaitu Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) dan gangguan kulit ancanthosis nigricans, menguntip dari Healthline.

Obesitas
Faktor risiko seseorang terkena diabetes gestasional adalah obesitas. Kelebihan berat badan pada ibu hamil sangat berpengaruh pada kesehatan ibu dan janin, termasuk diabetes.Selain meningkatkan risiko untuk terkena diabetes gestasional, obesitas juga berisiko ibu mengalami sleep apnea, preeklampsia, sampai kesulitan saat melahirkan.

Efek yang terjadi pada bayi bila ibu memiliki faktor risiko diabetes gestasional
Ketika ibu hamil memiliki salah satu atau bahkan beberapa poin dari faktor risiko yang telah disebutkan, ada efek samping yang akan diterima pada bayi. Berikut efek yang mungkin muncul pada bayi:

Melahirkan bayi dengan berat yang besar (fetal macrosomia)
Ketika Anda memiliki beberapa faktor yang meningkatkan risiko diabetes saat hamil, kadar glukosa yang sangat tinggi akan mengalir melintasi plasenta.Ini akan memicu pankreas bayi membuat insulin dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat bayi tumbuh terlalu besar (makrosomia) dengan berat badan berlebih.

Dilansir dari Mayo Clinic, makrosomia artinya bobot bayi lebih dari 4 kilogram. Bila Anda tidak memeriksa kadar gula dalam darah secara berkala, bayi di dalam kandungan kemungkinan akan memiliki bahu yang lebar dan gemuk yang tidak normal.Hal ini rentan terjadi bila dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak memiliki diabetes sebelumnya.

Baca Juga :Ibu Hamil Lebih Cepat Lapar

Persalinan prematur
Gula darah yang tinggi merupakan faktor yang meningkatkan risiko diabetes pada ibu hamil. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko persalinan dini sebelum tanggal kelahiran bayi (prematur).Meski kelahirannya terjadi sebelum tanggal seharusnya, kemungkinan besar faktor lainnya adalah kondisi bayi yang besar atau berat badan berlebih.

Mengalami gangguan pernapasan
Ibu yang memiliki faktor risiko diabetes kehamilan kemungkinan akan melahirkan bayi dengan sindrom gangguan pernapasan meski mereka tidak lahir prematur.

Gula darah rendah (hipoglikemia)
Ketika ibu memiliki faktor yang meningkatkan risiko diabetes saat hamil, bayi yang di dalam kandungan justru berkemungkinan mengalami kadar gula darah rendah (hipoglikemia).Ini terjadi karena produksi insulin mereka tinggi. Kalau keadaannya parah, gula darah rendah ini bisa memicu kejang pada bayi

Ibu Hamil Lebih Cepat Lapar Ibu Hamil Lebih Cepat Lapar

id-conception.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Ibu Hamil Lebih Cepat Lapar. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Ibu Hamil Lebih Cepat Lapar

Kondisi yang membuat ibu hamil sering lapar
Beberapa wanita dapat mengalami peningkatan nafsu makan pada trimester pertama kehamilan. Namun, ada pula yang baru mengalaminya pada trimester kedua. Kapan pun Anda mengalaminya, ini adalah kondisi lazim yang bisa dialami siapa saja ketika hamil.

Penyebabnya pun amat beragam, tapi secara umum faktor-faktornya adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan hormon progesteron
Ibu hamil cepat merasa lapar karena hormon progesteron meningkat pada trimester awal kehamilan.

Progesteron yang tinggi dapat memengaruhi kerja hormon ghrelin dan leptin. Ghrelin memicu rasa lapar, sedangkan leptin membuat Anda merasa kenyang.

Selama kehamilan, tubuh tidak bisa merespons sinyal hormon leptin dengan baik. Pada saat yang sama, jumlah ghrelin ikut meningkat, terutama selama enam bulan pertama kehamilan. Kedua hal inilah yang akhirnya membuat ibu hamil sering merasa lapar.

2. Dehidrasi
Saat hamil, tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk mendukung perkembangan janin. Kurangnya asupan cairan akan membuat ibu hamil rentan mengalami dehidrasi. Selain haus dan sakit kepala, gejala dehidrasi terkadang bisa menyerupai rasa lapar.

Ibu hamil yang cepat lapar bisa jadi mengalami dehidrasi. Dehidrasi saat hamil amat berbahaya bisa membuat cairan ketuban dan ASI menjadi sedikit, bahkan memicu kelahiran prematur.

Guna mencegahnya, ibu hamil perlu meminum setidaknya 8-12 gelas air setiap hari.

3. Stres
Pemicunya bisa berasal dari kesulitan ibu dalam menghadapi menghadapi perubahan bentuk tubuh, hormon, hingga mood yang naik-turun. Stres akan mulai berkurang begitu Anda terbiasa dengan perubahan yang terjadi.

Kendati wajar, stres yang berlebihan bisa menyebabkan gangguan tidur, sakit kepala, hingga bertambahnya nafsu makan secara drastis.

Munculnya hormon kortisol saat stres juga dapat mengganggu fungsi hormon ghrelin dan leptin sehingga membuat Anda lebih cepat lapar.

4. Kurang tidur
Ibu hamil yang cepat lapar bisa jadi bukan kurang makan, melainkan kurang tidur. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh keluhan selama kehamilan seperti sesak napas, tidak bisa menemukan posisi tidur yang nyaman, atau sering buang air kecil.

Jam tidur yang kurang dapat meningkatkan produksi ghrelin dan menurunkan jumlah leptin. Ibu hamil akhirnya tidak hanya kurang tidur, tapi juga terus-terusan merasa lapar walaupun sudah makan dengan cukup.

Baca Juga :Pengaruh Junk Food Saat Kehamilan

5. Kurang makan makanan bergizi
Guna mendukung perkembangan janin, kebutuhan kalori Anda akan bertambah sekitar 300 kkal setiap hari selama trimester kedua dan ketiga kehamilan. Makanan yang Anda konsumsi tidak hanya harus padat kalori, tapi juga mengandung beragam nutrisi.

Junk food dan makanan manis memang bisa memenuhi kebutuhan kalori harian, tapi rasa kenyang yang diberikannya tidak bertahan lama. Tanpa asupan karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat yang seimbang ibu hamil akan lebih cepat lapar.

Perubahan selama hamil akan berdampak besar bagi kondisi tubuh dan pikiran Anda. Tanpa disadari, hal-hal yang tampak sederhana seperti kurang tidur, kurang minum, dan stres juga dapat membuat Anda lebih mudah merasa lapar.

Jika Anda adalah ibu hamil yang cepat merasa lapar, coba lihat kembali apa yang mungkin menjadi penyebabnya. Sembari mengatasi kondisi penyebab lapar, jangan lupa mengonsumsi makanan kaya nutrisi demi kesehatan Anda dan janin.

Pengaruh Junk Food Saat Kehamilan Pengaruh Junk Food Saat Kehamilan

id-conception.net Seberapa besar pengaruh hamburger dan Kentucky Fired Chicken untuk kesehatan janin pada saat kehamilan ibu? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Pengaruh Junk Food Saat Kehamilan. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Pengaruh Junk Food Saat Kehamilan

Adakah pengaruh yang ditimbulkan dari makan junk food saat hamil?
Junk food merupakan istilah yang merujuk pada makanan dengan kandungan kalori, gula, dan lemak yang tinggi. Sebetulnya, banyak yang telah menyadari bahwa junk food bukanlah makanan yang sehat. Meski begitu, junk food tetap laris menjadi pilihan ketika sedang lapar, tak terkecuali ibu hamil.

Mengonsumsi junk food pada saat hamil sebetulnya aman, namun junk food sering kali menimbulkan efek ketagihan yang dapat berujung pada konsumsi yang berlebih. Kelebihan makan junk food inilah yang akan memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan ibu dan janin yang dikandung.

Menaikkan berat badan
Kenaikan berat badan adalah hal yang pasti akan terjadi saat masa kehamilan. Namun, perubahan berat badan akibat hormon hamil tentu berbeda dengan perubahan berat badan karena konsumsi junk food saat hamil.

Junk food mengandung lemak jenuh yang tinggi. Kenaikkan berat badan yang berlebih akan berisiko pada komplikasi pada kehamilan seperti pre-eklampsia, kelahiran prematur, dan bayi lahir cacat. Selain itu, junk food juga mengandung kadar gula tinggi yang dapat menyebabkan penyakit diabetes gestasional.

Makan junk food bisa memicu risiko alergi saat hamil
Ternyata, makanan dengan tingkat gula tinggi yang dikonsumsi terlalu sering dapat memicu asma pada anak.

Hal ini dipaparkan dari sebuah penelitian yang diterbitkan oleh European Respiratory Journal. Konsumsi gula dalam junk food berlebih saat hamil dapat meningkatkan risiko asma dan alergi ketika anak menginjak usia 7 sampai 9 tahun.

Pada penelitian tersebut, makanan yang tinggi gula dipercaya dapat berpengaruh terhadap sistem kekebalan pada saluran udara menjadi lebih rentan mengalami peradangan dan alergi.

Peradangan inilah yang nantinya menyebabkan penyempitan pada saluran udara dan mendorong produksi lendir dan berujung pada gejala asma seperti sesak nafas.

Anak lahir dengan berat badan rendah
Bukan tidak mungkin junk food yang sering Anda konsumsi saat hamil dapat berdampak pada berat badan lahir anak Anda.

Beberapa makanan yang termasuk golongan junk food seperti kentang goreng memiliki zat bernama Acyrlamide. Zat kimia ini terbentuk saat makanan digoreng dengan suhu minyak yang sangat tinggi.

Semakin tinggi tingkat Acyrlamide di tubuh Anda, semakin tinggi juga risiko bayi lahir dengan lingkar kepala yang lebih kecil dan berat badan rendah.

Baca Juga :Perkembangan Penglihatan Janin

Gangguan pencernaan
Masalah pencernaan normal terjadi pada masa kehamilan karena adanya perubahan hormon. Jika Anda tidak mengubah pola makan, konsumsi makanan kurang serat saat hamil akan memperburuk kesehatan pencernaan.

Jenis makanan junk food juga memiliki kandungan serat yang sangat sedikit, padahal serat sangat berguna untuk mencegah rasa tak nyaman akibat sembelit.

Menimbulkan kecanduan junk food pada anak
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari The Royal Veterinary College, Inggris, menemukan bahwa kebiasaan ibu mengonsumsi makanan kurang sehat saat hamil juga dapat berdampak pada selera makan anak.

Percobaan dilakukan pada tikus hamil yang diberi makan-makanan manis dan tinggi lemak. Hasilnya, tikus melahirkan anak yang lebih berat dan senang memakan junk food.

Pada saat masih di kandungan, kebiasaan makan junk food pada ibu hamil akan mengubah sirkuit di otak janin yang membuat anak mengalami kesulitan saat menolak makanan dengan kandungan lemak yang tinggi.

Perkembangan Penglihatan Janin Perkembangan Penglihatan Janin

id-conception.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Perkembangan Penglihatan Janin .Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Perkembangan Penglihatan Janin 

Bagaimana cara janin melihat cahaya dari dalam rahim?
Janin mengalami pertumbuhan yang begitu pesat di dalam kandungan. Sebuah penelitian terbaru bahkan menemukan bahwa jauh sebelum bayi bisa melihat gambar, mata janin sudah dapat mendeteksi cahaya dari dalam rahim.

Selain itu, kemampuan janin dalam mendeteksi cahaya juga diduga berkaitan dengan perkembangan emosi dan perilaku bayi setelah lahir. Lantas, apa hubungan antara penglihatan, cahaya, dan perkembangan janin?

Perkembangan mata janin dimulai sejak minggu keenam kehamilan. Pada periode ini, 2 bintik kecil yang menjadi bakal mata mulai berubah bentuk menyerupai cangkir. Struktur tersebut lalu membesar dan terhubung ke otak lewat sebuah batang yang akan menjadi tempat bagi saraf-saraf penglihatan.

Kornea, iris, pupil, dan lensa mata janin terbentuk pada minggu ketujuh. Kelopak mata kemudian terbentuk begitu kehamilan mencapai usia 10 minggu. Namun, kelopak mata janin masih akan tertutup hingga usia kehamilan mencapai minggu ke-27.

Uniknya, beberapa peneliti dari University of California, Berkeley, menemukan bahwa mata janin ternyata sudah dapat ‘melihat’ cahaya selama periode ini. Menurut penelitian tersebut, komunikasi antarsel yang ada pada retina membuat mata janin peka terhadap cahaya.

Retina adalah lapisan tipis yang terdapat pada bagian belakang mata. Area ini dipenuhi oleh sel ganglion yang sensitif terhadap cahaya. Meski belum seutuhnya berkembang, komunikasi antarsel ini membuat retina lebih sensitif sehingga bisa mendeteksi cahaya.

Para ilmuwan dahulu mengira janin manusia masih sepenuhnya buta selama periode perkembangan ini. Mereka menduga, sel-sel ganglion yang bertanggung jawab dalam penglihatan tidak terhubung dengan retina sehingga tidak dapat menghasilkan gambar.

Akan tetapi, penelitian ini justru membuktikan bahwa sel-sel ganglion pada mata sudah terhubung antara satu sama lain sejak janin ada dalam kandungan. Hubungan tersebut menghasilkan gelombang retina yang penting bagi kemampuan penglihatan ketika bayi lahir nanti.

Sel-sel penglihatan berhubungan dengan emosi dan perilaku bayi
Selain membuat janin mampu melihat cahaya, komunikasi antarsel penglihatan ternyata juga berkaitan dengan perkembangan emosi dan perilaku bayi. Pasalnya, sel ganglion tidak hanya berkomunikasi dengan saraf penglihatan, tapi juga bagian otak yang lain.

Para peneliti memperkirakan sekitar 3 persen sel-sel ganglion sensitif terhadap cahaya. Sementara itu, sel-sel ganglion yang lain berkomunikasi dengan berbagai bagian otak. Hingga kini, ditemukan 6 subtipe sel ganglion yang berkomunikasi dengan bagian otak tertentu.

Baca Juga :Seks Di Kamar Mandi Aman Dan Nikmat

Beberapa sel ganglion berkomunikasi dengan bagian otak yang disebut nukleus suprakiasmatik untuk mengatur siklus tidur. Sel-sel ganglion yang lain mengirimkan sinyal ke bagian mata yang mengecilkan ukuran pupil saat terdapat cahaya terang.

Selain area-area tersebut, sel-sel ganglion yang berperan dalam proses penglihatan ternyata juga terhubung pada dua bagian otak lain. Area pertama adalah perihabenula yang mengatur mood, sedangkan area kedua adalah amygdala yang mengatur emosi.

Perkembangan janin selama berada dalam kandungan begitu pesat dan menakjubkan. Untuk menunjang perkembangannya, pastikan Anda selalu menjaga kesehatan serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Tidak hanya itu, Anda pun perlu memperoleh paparan sinar matahari yang cukup untuk mendukung perkembangan matanya. Cara ini akan membantu struktur mata dan saraf-saraf penglihatan janin berkembang secara optimal.