Kehamilan

Ketahui Jenis Hipertensi pada Kehamilan – Pada masa kehamilan banyak orang yang sangat waspada akan terjadinya sebuah penyakit yang mungkin bisa menimpanya dan hal tersebut sangatlah sangat merugikan jika benar terjadi. Maka dari itu sebisa mungkin kamu harus menjaga kehamilan kamu. Penyakit Hipertensi merupakan salah satu penyakit penyebab utama kematian di Indonesia. Seseorang dikatakan hipertensi atau sering disebut dengan tekanan darah tinggi ketika memiliki tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg pada pemeriksaan berulang.

Berikut ini adalah jenis-jenis hipertensi yang rentan terjadi pada kehamilan

Ketahui Jenis Hipertensi pada Kehamilan

1. Hipertensi kronis
Hipertensi kronis adalah kondisi ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih saat masa sebelum hamil atau ketika masa sebelum 20 minggu kehamilan. Hipertensi kronis pada ibu hamil ini seringkali tidak bergejala sehingga ibu hamil tidak mengetahui bahwa dirinya terkena hipertensi jika belum periksa ke dokter.

Hipertensi kronis ini jika dibiarkan akan dapat berkembang menjadi preeklamsia. Rajin-rajin memeriksakan kesehatan diri dan kandungan ya, Moms!

2. Hipertensi kronis dengan preeklamsia
Hipertensi kronis yang tidak terkontrol dengan baik dapat mengarah terjadinya tanda dan gejala preeklamsia atau eklamsia. Hipertensi kronis dengan preeklamsia menjadi penyakit komplikasi pada 20 persen ibu hamil dengan hipertensi kronis.

Hipertensi ini terjadi setelah masa 20 minggu kehamilan. Hipertensi kronis dengan preeklampsia ditandai dengan tekanan darah yang tinggi dan adanya protein dalam jumlah yang besar di urin atau biasa disebut dengan proteinuria.

Baca Juga : Metode Tes Kehamilan Zaman Dulu

3. Preeklamsia
Preeklamsia adalah tekanan darah tinggi yang terjadi setelah 20 minggu kehamilan, biasanya terjadi saat trimester akhir. Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein di dalam urin dalam jumlah yang banyak. Tanda lain dari preeklamsia adalah adanya kerusakan pada organ-organ lain seperti hati, ginjal, atau komplikasi lain yang berkaitan dengan darah.

Gejala dari preeklamsia selain tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam jumlah besar di dalam urin atau yang biasa disebut proteinuria, adalah wajah dan tangan bengkak, sakit kepala yang tidak usai, terjadi permasalahan padah penglihatan seperti penglihatan kabur, sakit pada perut bagian kanan atas, dan adanya masalah pada pernapasan.

4. Eklamsia
Preeklamsia yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan terjadinya eklampsia. Kondisi eklamsia jarang terjadi, namun eklamsia adalah kondisi kesehatan yang serius. Tanda dan gejala eklamsia sama dengan preeklamsia, namun pada eklamsia tekanan darah yang tinggi dapat berpengaruh pada otak sehingga dapat menyebabkan kejang bahkan koma pada kehamilan. Selain itu, eklampsia dapat menyebabkan mual, muntah, dan sedikit urin yang keluar. Eklamsia perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan masalah serius dan fatal bagi ibu dan janinnya.

Metode Tes Kehamilan Zaman Dulu – Pada zaman dulu, tes pack belumlah tersedia dan tidak ada banyak hal yang dapat di lakukan untuk mengetes kehamilan pada seorang ibu. Lalu bagaimana cara tes kehamilan pada zaman dulu?

1. Menggunakan gandum dan jelai
Salah satu tes kehamilan yang paling kuno berasal dari Mesir pada 1350 SM. Kala itu, untuk menguji kehamilan, perempuan akan buang air kecil di atas biji gandum dan jelai selama beberapa hari. Jika gandum yang bertunas, artinya perempuan tersebut sedang hamil anak perempuan. Jika jelai bertunas, dia sedang hamil seorang anak laki-laki. Jika tidak ada yang tumbuh, artinya perempuan tersebut tidak hamil.

Menariknya, tes ini ternyata benar-benar berhasil. Menurut laporan National Institutes of Health tahun 1963, eksperimen laboratorium menemukan bahwa urine perempuan hamil dapat membuat benih gandum dan jelai bertunas. Para peneliti memperkirakan bahwa tingkat estrogen yang lebih tinggi dalam urine perempuan hamil dapat merangsang perkecambahan biji. Akan tetapi, tes ini tidak mampu memprediksi jenis kelamin anak.

Metode Tes Kehamilan Zaman Dulu

2. Melihat mata
Pada abad ke-16, seorang dokter bernama Jacques Guillemeau mengklaim bahwa kita dapat mengetahui apakah seorang perempuan sedang hamil atau tidak dengan melihat mata. Menurut Guillemeau, saat kehamilan memasuki bulan kedua, pupil mata akan mengecil, kelopak mata terkulai, dan pembuluh darah kecil bengkak di sudut mata.

Anggapan Guillemeau mungkin tidak benar, tetapi dia benar tentang satu hal, yaitu mata dapat berubah selama kehamilan dan memengaruhi penglihatan, menurut penjelasan laman Baby Center. Karena alasan tersebut, ibu hamil disarankan untuk tidak menggunakan softlens karena mata jadi lebih mudah kering dan tidak nyaman.

Baca Juga : Risiko Kehamilan yang Tidak diRencanakan

3. Chadwick’s Sign
Pada awal kehamilan, yaitu saat usia kehamilan berada di antara enam hingga delapan minggu, serviks, labia, dan vagina mengalami perubahan warna menjadi kebiruan atau ungu-merah gelap, yang terjadi karena peningkatan aliran darah ke area tersebut. Perubahan pada kehamilan ini pertama kali diketahui oleh seorang dokter Prancis bernama James Chadwick pada tahun 1836

Setelah itu, Chadwick membawa penemuan ini pada pertemuan American Gynecological Society dan metode ini dikenal dengan Chadwick’s Sign. Namun, karena metode ini mengharuskan dokter untuk memeriksa vagina guna melihat tanda itu, maka metode ini jarang digunakan.

4. Piss prophet
Pada Abad Pertengahan, tes kehamilan dilakukan dengan melibatkan urine seorang perempuan. Dijelaskan dalam laman Live Science, tes ini dilakukan dengan memasukkan jarum ke dalam botol berisi urine, jika jarum berubah menjadi merah karat atau hitam, artinya perempuan itu hamil. Metode ini disebut sebagai piss prophet.

Tes populer lainnya dilakukan dengan mencampurkan wine dengan urine dan mengamati perubahan yang dihasilkan. Karena alkohol dapat bereaksi dengan protein dalam urine, tes ini mungkin efektif jika dianalisis oleh seseorang yang memiliki pengetahuan mengenai perubahan terkait warna apa yang harus dicari.

Risiko Kehamilan yang Tidak diRencanakan – Dalam menjalin hubungan rumah tangga yang baru saja di mulai, pastinya kamu sangat membicarakannya bersama pasangan kamu jika kamu ingin segera memiliki anak, Namun bagaimana tentang kehamilan yang tidak di rencanakan?

Risiko Kehamilan yang Tidak diRencanakan

1. Komplikasi dan kematian

Risiko yang dapat ditimbulkan dari kehamilan yang tidak direncanakan adalah peluang terjadinya komplikasi saat kehamilan yang lebih besar dan bahkan dapat menyebabkan kematian untuk ibu dan bayinya. Kehamilan yang tidak direncanakan yang terjadi pada remaja dapat menimbulkan dampak kesehatan yang lebih parah pada ibu. Ibu hamil usia remaja dapat menderita toksemia, anemia, komplikasi kelahiran, dan kematian. Bayi dari ibu remaja ini juga cenderung memiliki berat badan lahir rendah dan menderita cedera lahir atau cacat saraf. Bayi juga memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mati di tahun pertama kehidupannya.

2. Depresi

Kehamilan yang tidak direncanakan dan tidak diinginkan juga dapat menjadi penyebab ibu mengalami depresi selama kehamilan dan postpartum, dan dengan tingkat psikologis yang lebih rendah selama kehamilan, postpartum, dan dalam jangka panjang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kehamilan yang tidak diinginkan berhubungan dengan depresi, kecemasan, dan tingkat stres yang lebih tinggi.

Penelitian Eastwood pada tahun 2011 yang melibatkan 29405 wanita di Australia membuktikan bahwa insiden depresi postpartum lebih banyak terjadi pada wanita yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Penelitian lainnya pada tahun 2007 di China juga menunjukkan bahwa wanita yang kehamilannya tidak diinginkan ditemukan mengalami stres psikologis tingkat tinggi 40% lebih besar dan mengalami gejala depresi tingkat tinggi 3 kali lebih besar.

Baca Juga : Cara Mudah Atasi Rasa Mual Saat Hamil

3. Perawatan kehamilan tertunda

Perawatan kehamilan yang dilakukan sejak dini adalah hal yang penting dilakukan oleh setiap ibu hamil. Perawatan kehamilan yang dilakukan dengan benar terbukti berhubungan dengan berat badan lahir bayi sehat. Wanita dengan kehamilan yang tidak diinginkan cenderung kurang mendapatkan pelayanan kesehatan selama kehamilan dibandingkan dengan wanita dengan kehamilan yang diinginkan. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidak menginginkan kehamilannya cenderung mendapatkan perawatan kehamilan yang tertunda daripada wanita dengan kehamilan yang direncanakan.

4. Kelahiran prematur

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan kehamilan yang tidak diinginkan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan prematur. Bayi lahir prematur cenderung memiliki berat lahir rendah, yang berhubungan dengan ketidakmampuan fisik dan kognitif pada masa bayi dan juga pencapaian pendidikan yang lebih rendah saat dewasa.

1 1

Cara Mudah Atasi Rasa Mual Saat Hamil – Kebanyakan ibu yang baru hamil, pasti akan mengalami rasa mual dan muntah. Mual yang terjadi biasanya pada pagi hari, dimana tubuh baru mau mulai beraktivitas kembali. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara mudah yang dapat mengilangkan rasa mual itu. Berikut ulasannya

Apa Saja Cara Menghilangkan Mual Saat Hamil?

1. Makan sesuatu!
Rasa mual bisa semakin memburuk pada saat kondisi perut sedang kosong, jadi cobalah masukkan makanan selingan yang bergizi seperti buah-buahan segar (jeruk, jeruk bali dan jeruk keprok) atau biskuit gandum utuh sepanjang hari untuk mengatasi mual saat hamil. Rencanakan pola makan yang lebih sering namun dalam porsi kecil karena lebih mudah untuk ditoleransi dan juga mencegah perut dari kondisi benar-benar kosong. Simpan camilan di samping tempat tidur sehingga Bunda bisa makan sesuatu di pagi hari – beberapa wanita merasa kondisinya jauh lebih enak dengan makan camilan bahkan sebelum bangun dari tempat tidur!

2. Tetap terhidrasi
Tingkatkan asupan cairan jika Bunda tidak makan terlalu banyak karena mual. Hindari minuman manis dan pastikan juga untuk mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalium (seperti saus apel, pisang, pepaya, blewah, melon, dan air kelapa) dan natrium (seperti kaldu bening dan kaldu ayam).

Jika Bunda kesulitan untuk minum, cobalah minum sedikit dengan sedotan, minum air berkarbonasi, minum air dengan jeruk segar yang diperas, atau hisap es batu yang terbuat dari jus yang dibekukan agar tetap terhidrasi.

3. Coba buat minuman jahe
Coba teh jahe buatan sendiri dengan memarut jahe mentah ke dalam cangkir dengan air panas dan seduh selama tiga menit. Jahe merupakan salah satu cara mengatasi mual saat hamil.

4. Hirup udara segar dalam-dalam
Mengalihkan perhatian dari rasa sakit bisa sangat membantu, lho, jadi buat rencana untuk sekadar keluar dari rumah dan rileks di alam terbuka. Hal ini juga bisa menjadi tips menghindari mual saat hamil.

Baca Juga :Tips Menyusui Anak yang Baru Lahir

5. Beralihlah ke makanan rendah lemak untuk saat ini
Fokus pada makanan rendah lemak seperti yogurt, buah dan sayuran segar, pasta, dan roti bakar atau biskuit gandum utuh. Tetapi jika Bunda lebih suka roti putih dan biji-bijian, jangan khawatir! Konsumsi gandum utuh saat Bunda merasa lebih baik nantinya.

6. Pilih makanan hambar dibandingkan makanan pedas
Makanan yang kaya bumbu, pedas, asam, dan digoreng dapat menyebabkan iritasi. Ganti menu-menu tersebut dengan lebih banyak makanan dengan rasa yang lebih plain atau tawar (seperti telur, buah-buahan dan sayuran yang mengandung zat tepung seperti pisang dan ubi jalar).

7. Makan makanan yang dingin atau bersuhu ruangan
Makanan yang dingin atau bersuhu ruangan lebih dapat ditoleransi karena bau dan rasanya kurang kuat dibandingkan makanan yang disajikan hangat atau panas. Bunda juga mungkin merasa perut lebih nyaman saat memakan makanan yang lebih dingin karena aromanya tidak akan sekuat itu.

8. Coba makanan cair dan smoothie
Bunda mungkin merasa lebih mudah untuk minum daripada makan ketika merasa mual. Coba makan sup atau smoothie, seperti smoothie yang menghidrasi kembali ini:

Bahan:

1 buah pisang

1 gelas air kelapa (tawar atau dengan rasa)

½ cangkir buah segar atau beku seperti persik, jeruk, nanas, semangka, atau beri

Cara membuat :

Campurkan semua bahan dalam food processor atau blender, aduk hingga rata dan sajikan dingin.

9. Kenakan pakaian yang nyaman
Coba kenakan pakaian yang longgar dan tidak ketat, terutama di bagian pinggang.

10. Konsumsi makanan
Zat besi dalam suplemen mungkin akan membuat perut menjadi tidak nyaman. Pastikan mengonsumsinya dengan makanan (idealnya makanan atau camilan dalam jumlah besar) untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Jika Bunda menduga vitamin prenatal merupakan penyebab perut tidak nyaman, bicarakan dengan dokter tentang alternatif dengan lebih sedikit zat besi dan fokus pada peningkatan sumber makanan dari zat besi.

2 2

Tips Menyusui Anak yang Baru Lahir – Kebanyakan ibu yang telah melakukan proses persalinan akan menyusui anaknya dengan ASI. Beberapa ibu mungkin ada yang ASI nya tidak keluar dan ada juga yang malah banyak mengeluarkan susu. Berikut adalah car ayang tepat dalam menyusui

1. Inisiasi menyusui dini (IMD)
Segera setelah bayi lahir, Mama sebaiknya melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Dikutip dari situs Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), sebagian besar bayi baru lahir bisa menyusu sendiri jika diletakkan di dada ibunya segera setelah proses melahirkan.

Riset pun menunjukkan bahwa IMD memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk bayi tetapi juga untuk Mama. Meski Mama membutuhkan banyak istirahat setelah melahirkan, IMD tetap bisa dilakukan. Bahkan IMD bisa menjadi proses pertemuan pertama kali yang indah bagi Mama, Papa, dan juga buah hati tercinta.

Momen IMD juga bisa dimanfaatkan oleh Papa untuk membacakan doa di telinga si Kecil. Jadi pada dasarnya, inti dari IMD ini sendiri adalah kontak kulit antara Mama dan bayi, yang kemudian disusul dengan bayi akan menyusu sendiri dan ini sangat bisa dilakukan oleh bayi yang dilahirkan dengan proses operasi caesar sekalipun.

2. Cari posisi pelekatan yang tepat
Sebenarnya menyusui tidak menyakitkan untuk Mama, dengan catatan semua bagian puting dan sebagian areola bisa benar-benar masuk ke dalam mulut bayi (biasanya areola di bagian atas masih terlihat lebih banyak dibanding areola di bagian bawah).

Posisi pelekatan mulut bayi dengan payudara seperti ini membuat puting mama berada dekat sekali dengan langit-langit mulut bayi yang lembut. Pada posisi ini, dagu bayi menempel pada payudara dan hidungnya akan jauh dari payudara, jadi kepala bayi seperti mendongak.

Posisi seperti ini dapat memudahkan si Kecil untuk menyusu, Ma. Selain itu, perhatikan juga posisi badan bayi. Upayakan tubuh, kepala dan pundaknya berada dalam satu garis lurus menghadap Mama, sehingga perut bayi menempel ke perut atau badan mama.

3. Jangan lupakan juga kenyamanan mama
Suasana yang tenang dan tempat yang nyaman juga berperan penting saat Mama belajar menyusui di masa-masa awal menyusui.

Sayangnya, pada waktu ini seringkali terlalu banyak kerabat yang berkunjung untuk menjenguk. Akibatnya waktu mama untuk fokus belajar menyusui dan mencari posisi pelekatan yang tepat pun kadang-kadang terganggu.

Baca Juga :Pemikiran Dewasa Agar Gak Terjebak Toxic Relationship

Jika Mama juga mengalaminya, jangan ragu untuk menyampaikan bahwa Mama sedang butuh privasi untuk menyusui terlebih dahulu. Termasuk jika Mama saat itu masih berada dalam perawatan di rumah sakit.

4. Hindari buru-buru memberikan dot
Sulitnya menyusui secara lansung seringkali membuat para Mama baru panik dan pesimis bisa memberikan ASI untuk buah hatinya, sehingga memilih untuk menggunakan dot. Bahkan tak jarang pula ada yang memutuskan untuk memberikan susu formula.

Padahal, produksi ASI ibu yang baru melahirkan memang belum banyak. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya frekuensi si Kecil menyusu, produksi ASI pun akan semakin bertambah.

Sayangnya, hal ini seringkali diartikan bahwa ASI ibu kurang dan mulailah bayi diperkenalkan dengan dot dan susu formula. Padahal cara bayi mengisap dot berbeda dengan cara ia menyusu langsung dari payudara.

5. Tak ragu untuk berkonsultasi dengan konselor laktasi
Ketika Mama mengalami masalah atau hambatan saat menyusui si Kecil, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan konselor laktasi. Para pakar ini akan membantu Mama mendapatkan posisi pelekatan yang tepat, mencarikan posisi nyaman untuk Mama, serta membantu mengatasi masalah menyusui lainnya.

Selain di rumah sakit ibu dan anak, konselor laktasi kini juga banyak yang sudah membuat klinik mandiri, Ma.

Jika perlu, ajak juga suami atau anggota keluarga lain untuk mendampingi. Sebab diperlukan dukungan dari orang-orang di sekitar mama juga untuk melancarkan proses menyusui.

Resiko-Wanita-Ketika-Hamil-Di-Usia-Muda Resiko-Wanita-Ketika-Hamil-Di-Usia-Muda

id-conception.net – Kini sudah cukup banyak pasangan yang memilih untuk menikah di usia muda. Sehingga kini pun banyak dikenal istilah “Mahmud” alias Mamah Muda. Memiliki buah hati di usia muda memang tak ada salahnya, namun yang perlu diperhatikan bahwa usia ideal bagi wanita untuk mengandung.

Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau bahkan di awal 20-an memiliki peluang 98 persen dalam setahun, atau sekitar 25 persen setiap masa subur. Hal ini disampaikan oleh spesiaslis kebidanan dan kandungan Sherman Silber yang juga Direktur Infertility Center of St. Louis di St. Luke’s Hospital, Missouri, AS. Gagal hamil karena masalah kesuburan di usia ini terbilang kecil jika kamu berusia antara 20 hingga 30 tahun yakni sekitar 6 persen. Meski potensi hamil sangat besar, tetapi perlu diperhatikan bahwa hamil di usia ini sebenarnya memiliki risiko yang besar pula. Jadi jika kamu masih berusia 20-an dan berniat hamil, kamu perlu mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan agar kehamilan berjalan lancar.

Kelainan pada Bayi
Risiko kehamilan di usia muda yang bisa dialami wanita adalah terjadinya preeclampsia dan juga risiko kelainan pertumbuhan janin Intrauterine Growth Restriction (IUGR). Kelainan ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang dibutuhkan ibu ketika mengandung. Saat hamil, ibu butuh mikronutrien yang sangat penting bagi perkembangan janin dalam kandungan.

Risiko Keguguran Meningkat
Nyatanya, ketika wanita hamil di bawah usia 20 tahun risiko keguguran yang dialami akan 3 kali lebih tinggi dibanding wanita yang hamil di usia 30 tahun. Bahkan, cedera atau luka akibat melahirkan risikonya meningkat menjadi 4 kali lebih tinggi.

Mengapa demikian? Ini karena organ-organ reproduksi belum bekerja secara optimal. Secara fisik, wanita yang belum masuk usia 20-an bisa dianggap belum “dewasa”. Sehingga ini menyebabkan proses kehamilan menjadi lebih berisiko. Alasan lainnya adalah wanita pada usia ini memiliki siklus haid yang tidak teratur sehingga kehamilan yang terjadi bisa saja tidak diketahui sejak awal. Akibatnya justru berdampak negatif pada kehamilan itu sendiri.

Baca Juga :5 Warna Sperma Dan Penjelasannya

Tekanan Darah Tinggi
Ketika tubuh seorang wanita belum “siap” menanggung beban kehamilan dan persalinan, maka metabolisme tubuh jadi terganggu. Akibatnya tekanan darah pun naik yang sayangnya, gejala ini umumnya belum terdeteksi di awal kehamilan. Dampak fatalnya, di tengah kehamilan wanita hamil yang mengidap tekanan darah tinggi bisa mengalami kejang, pendarahan, hingga eklampsia.

Kanker & Penyakit Seksual
Percaya atau tidak, namun kanker leher rahim bisa mengancam wanita yang melakukan hubungan seksual di bawah usia 20 tahun. Ini karena risiko terkena virus pada organ reproduksi memang lebih besar. Salah satu penyakit seksual yang bisa dialami adalah infeksi dari Chlamydia. Akibatnya, bayi yang dilahirkan bisa terkena infeksi dan pneumonia atau paru-paru basah saat baru lahir. Lalu Si Kecil juga terancam sifilis yang bisa menyebabkan kebutaan pada bayi hingga berdampak fatal bagi ibu dan bayi.

Anemia
Selain tekanan darah tinggi, hamil di usia kurang dari 20-an juga bisa menyebabkan anemia. Jika ini terjadi maka perkembangan janin pus bisa terganggu. Akibatnya, janin tidak bisa tumbuh dengan baik dan memiliki kemungkinan lahir dengan berat badan yang rendah. Penyebab utamanya adalah kesadaran ibu untuk menjaga asupan gizi secara sempurna untuk dirinya dan calon bayi.

Itulah risiko kehamilan pada wanita di usia muda, khususnya yang berusia kurang dari 20-an dan awal 20-an. Sebaiknya, kehamilan di usia ini ditunda meskipun sudah menikah. Alasan medis adalah yang utama agar kondisi kesehatan ibu dan anak bisa terjamin. Oleh karena itu, penting juga untuk bicara dengan dokter dan mendapatkan rekomendasi agar kehamilan berjalan lancar.

Tanda-Kehamilan-Pada-Minggu-Pertama Tanda-Kehamilan-Pada-Minggu-Pertama

id-conception.net – Bagi pasangan suami istri yang berharap memiliki momongan, kehamilan tentu menjadi berita paling ditunggu-tunggu. Namun, tanda kehamilan di minggu pertama seringkali tidak terasa signifikan, sehingga banyak wanita yang tidak menyadarinya. Nah, agar ibu tidak melewatkan momen kehadiran Si Kecil di dalam perut, ketahui tanda-tanda kehamilan di minggu pertama di sini.

Mungkin ini kedengarannya aneh untuk kamu, tetapi di kehamilan minggu pertama, kamu sebenarnya belum benar-benar hamil. Hal ini karena kehamilan dihitung selama 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Kehamilan baru terjadi hanya ketika tubuh kamu melepaskan sel telur dari ovarium yang biasanya terjadi antara akhir minggu ke-2 atau awal minggu ke-3. Pelepasan sel telur ini disebut masa subur atau ovulasi yang biasanya berarti kamu subur dan siap untuk hamil. Agar bisa terjadi kehamilan, sel telur harus bertemu sperma pada tuba fallopi.

Siklus ovulasi yang biasanya terjadi pada hari ke-13 sampai ke-20 setelah HPHT akan menentukan tanggal pembuahan. Namun, ovulasi juga dipengaruhi oleh seberapa lama siklus haid seorang wanita. Rata-rata wanita memiliki siklus menstruasi sekitar 28 hari, tetapi sebagian wanita memiliki siklus yang berbeda.

Nah, untuk mengetahui pola siklus menstruasi kamu, kamu bisa mencatat tanggal menstruasi selama beberapa bulan, mengukur suhu basal tubuh (suhu tubuh saat baru bangun tidur di pagi hari) menjelang ovulasi, atau mengamati tekstur cairan vagina yang terlihat lebih jernih dan licin. Kamu juga bisa menggunakan cara praktis, yaitu dengan menggunakan alat tes ovulasi.

Selain tidak dapat haid, gejala minggu pertama kehamilan sebenarnya mirip, seperti gejala minggu pertama kamu mendapatkan siklus menstruasi yang biasanya bikin tidak nyaman, antara lain:

  • Perut kembung.
  • Mual dengan atau tanpa muntah.
  • Jerawat.
  • Sakit kepala.
  • Ngidam dan nafsu makan meningkat.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit atau diare.
  • Nyeri sendi dan otot.
  • Sakit atau kram perut.
  • Payudara berubah menjadi lembut.
  • Intoleransi terhadap alkohol.
  • Pertambahan berat badan karena retensi cairan.
  • Kecemasan dan perubahan suasana hati.
  • Perubahan libido.
  • Kelelahan.

Baca Juga :Berhubungan Seks Saat Menstruasi

Cara Mempersiapkan Tubuh untuk Kehamilan
Meskipun sulit menentukan tanda kehamilan minggu pertama, tetapi ibu bisa mempersiapkan diri untuk kehamilan dengan cara-cara berikut ini:

1. Mengetahui Kapan Masa Subur Kamu
Ketika tubuh kamu melepaskan sel telur selama ovulasi, ia hanya memiliki waktu 12 sampai 24 jam untuk hidup. Sel telur harus bertemu sperma dalam jangka waktu tersebut, atau bila tidak kamu tidak akan hamil. Jadi, kamu dianjurkan untuk mencari tahu masa subur kamu, agar memiliki peluang yang lebih tinggi untuk hamil.

2. Mulai Meminum Vitamin Prenatal
Minum vitamin prenatal biasanya dianjurkan oleh dokter bagi kamu yang sedang hamil atau mencoba untuk hamil. Para ahli sepakat bahwa asam folat merupakan vitamin prenatal paling penting untuk kehamilan. Mengonsumsi vitamin prenatal dapat membantu mencegah masalah serius yang disebut cacat lahir tabung saraf. Jadi, bila ibu belum menambahkan asam folat ke asupan harian ibu, kehamilan minggu pertama adalah waktu yang tepat untuk memulai.

3. Minum Banyak Air dan Bukan Alkohol
Selama kehamilan minggu pertama, mulailah terapkan gaya hidup sehat untuk dipertahankan sepanjang kehamilan ibu. Bagi banyak calon ibu, mungkin sulit untuk menghentikan alkohol. Namun, hal tersebut perlu dilakukan demi kesehatan bayi di masa depan. Mulai kurangi juga minuman manis yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan bayi dan juga ibu. Alih-alih mengambil sekaleng cola atau anggur, penuhi kebutuhan cairan ibu dengan air putih.

Hubungan Incest Seks Bisa Mengancam Hubungan Incest Seks Bisa Mengancam

id-conception.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Hubungan Incest Seks Bisa Mengancam. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Hubungan Incest Seks Bisa Mengancam

Efek Fisik dan Psikis Akibat Hubungan Sedarah
Berikut beberapa kemungkinan buruk yang dapat terjadi pada keturunan yang berasal dari hubungan sedarah:

  • Anak berisiko tinggi terlahir dengan kelainan genetik.
  • Gangguan mental dan disabilitas intelektual.
  • Kelainan fisik bawaan.
  • Kematian.

Jika hubungan sedarah merupakan suatu pelecehan seksual, dampak buruk tidak hanya mengintai keturunannya, tapi juga terjadi pada korban (kebanyakan wanita), baik berupa gangguan secara fisik maupun psikologis.

Gangguan fisik yang dapat terjadi, antara lain:

  • Nyeri pada vagina.
  • Nyeri pada anus.
  • Perdarahan.
  • Infeksi pada alat kelamin, dengan gejala berupa keputihan atau nyeri saat berkemih.
  • Terkena penyakit menular seksual.
  • Mengompol.
  • Konstipasi.
  • Kehamilan yang tidak diinginkan.

Gangguan psikologis yang dapat terjadi, antara lain:

  • Depresi.
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  • Mengalami mimpi buruk.
  • Fobia.
  • Gangguan makan.
  • Menarik diri dari lingkungan.
  • Penyalahgunaan narkoba.
  • Menjalani perilaku seksual sebelum waktunya.
  • Ide atau percobaan bunuh diri.

Hubungan sedarah yang merupakan pelecehan seksual biasanya terjadi antara orang tua dan anak kandungnya, namun bisa juga antar saudara kandung, atau anggota keluarga lain. Hubungan ini dapat terjadi berulang kali dan tanpa diketahui oleh anggota keluarga lainnya. Korban mungkin memilih bungkam dan bersedia dilecehkan karena tidak ingin melihat keluarganya mengalami perpecahan.

Orang tua yang melakukan hubungan seksual sedarah dengan anaknya sendiri biasanya memiliki moral yang rendah dan kerap beraksi tanpa akal sehat karena dipengaruhi minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang. Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan bahwa hubungan sedarah dalam keluarga lebih berisiko dilakukan oleh orang tua yang semasa kecilnya juga pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh keluarganya.

Baca Juga :Telat Datang Bulan Pertanda Hamil

Mendeteksi dan Menghindari Hubungan Sedarah
Kasih sayang di antara keluarga memang merupakan salah satu tanda kedekatan dan bentuk hubungan yang wajar. Namun jika perasaan tersebut berlanjut hingga terjalin hubungan seksual sedarah, maka ini bukan lagi hal yang normal. Di Indonesia, hubungan sedarah adalah hubungan yang tidak diakui di mata hukum. Bahkan tindakan seksual terhadap anak di bawah umur (di bawah usia 18 tahun) yang dilakukan oleh anggota keluarga sendiri merupakan bentuk pelanggaran hukum yang diatur oleh UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Jika Anda mendapati adanya gelagat yang tidak biasa di dalam keluarga, Anda mungkin bisa mencurigai kondisi ini. Coba dekati anak Anda, tanyakan kepadanya secara baik-baik mengenai apa yang dia alami. Jika dia terlihat tertekan dan tidak mau bercerita saat itu, jangan memaksanya. Anda bisa menanyakannya lagi di lain waktu saat kondisinya memungkinkan.

Bila perlu, Anda bisa membawa saudara atau anak yang dicurigai memiliki hubungan sedarah untuk berkonsultasi ke dokter dan mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Jika terdapat indikasi kuat adanya hubungan sedarah yang terkait pelecehan seksual, maka hal ini perlu mendapat tindak lanjut dari pihak yang berwajib.

Telat Datang Bulan Pertanda Hamil Telat Datang Bulan Pertanda Hamil

id-conception.net Tidak semua yang telat datang bulan berakibat hamil,Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Telat Datang Bulan Pertanda Hamil. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Telat Datang Bulan Pertanda Hamil

Kenali Penyebab Telat Datang Bulan
Berikut ini adalah beberapa kondisi selain kehamilan yang dapat menyebabkan telat datang bulan:

1. Gaya hidup tidak sehat
Faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurangnya istirahat, asupan nutrisi yang buruk, kelebihan berat badan atau berat badan rendah, dan diet ekstrem, bisa mengganggu fungsi hormon di dalam tubuhmu. Hal ini kemudian bisa mengganggu siklus menstruasimu dan menyebabkan telat datang bulan.

Selain itu, telat datang bulan juga terjadi karena stres dan perubahan hormon secara abnormal pada wanita yang memiliki gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia.

2. Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh
Telat datang bulan memiliki kaitan yang erat dengan ketidakseimbangan hormon. Hormon yang tidak seimbang bisa disebabkan oleh sindrom polikistik ovarium, penyakit tiroid, serta menopause dini. Selain itu, kondisi medis yang mendasari ketidakseimbangan hormon dapat berupa adanya tumor kelenjar pituitari di otak.

3. Penggunaan alat kontrasepsi
Selain kondisi dan penyakit di atas, ketidakseimbangan hormon juga dapat terjadi pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Contohnya adalah alat kontrasepsi yang disuntik, ditanam (implan), maupun pil yang diminum.

Butuh waktu selama beberapa hari hingga beberapa minggu agar menstruasi kembali normal setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

4. Konsumsi obat tertentu
Beberapa jenis obat-obatan dapat membuatmu telat datang bulan, misalnya obat kemoterapi untuk kanker, obat antidepresan, obat antipsikotik, obat alergi, serta obat pengendali tekanan darah.

5. Amenorrhea
Telat datang bulan dalam waktu lama dapat dikenal sebagai amenorrhea. Amenorrhea dibagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Amenorrhea primer adalah kondisi tidak adanya menstruasi sama sekali setelah menginjak usia 15 tahun. Sementara amenorrhea sekunder terjadi pada wanita yang sudah pernah menstruasi sebelumnya, lalu tidak menstruasi selama tiga bulan atau lebih.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh beragam hal, mulai dari kelainan bawaan, hingga gangguan hormonal. Amenorrhea memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, agar dapat diketahui apa penyebab yang mendasarinya. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan yang dibutuhkan, sesuai dengan penyebabnya.

Baca Juga :Berhubungan Seks Saat Menstruasi

Cara Mengatasi Telat Datang Bulan
Mengatasi telat datang bulan perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk itu, dokter perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Dokter akan mendiagnosis penyebab telat datang bulan dengan wawancara untuk menelusuri riwayat keluhan ini. Kemudian dokter akan melanjutkannya dengan pemeriksaan fisik yang mencakup pemeriksaan panggul, serta melakukan pemeriksaan kehamilan.

Selain itu, dokter juga kemungkinan akan melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab telat datang bulan, di antaranya berupa tes darah untuk mengetahui kadar hormon dalam tubuh. Kemudian mungkin juga dilakukan tes pencitraan dengan ultrasonografi (USG), CT scan, ataupun MRI, bila diperlukan.

Sebagai langkah awal untuk mengatasi telat datang bulan, dokter akan menganjurkan perbaikan gaya hidup. Pada beberapa kasus, dokter juga akan memberikan pil kontrasepsi atau terapi hormon lain untuk mengatasi telat datang bulan.

Jika telat datang bulan disebabkan oleh gangguan pada tiroid, diperlukan pengobatan khusus untuk mengatasi gangguan tersebut. Dan apabila telat datang bulan disebabkan oleh tumor, kemungkinan diperlukan operasi.

Upaya mencegah telat datang bulan bisa dilakukan dengan pola hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta mengonsumsi makanan sehat. Namun jika telat datang bulan tetap kamu alami, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan diberikan penanganan yang tepat.

Berhubungan Seks Saat Menstruasi Berhubungan Seks Saat Menstruasi

id-conception.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Berhubungan Seks Saat Menstruasi. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Berhubungan Seks Saat Menstruasi

Kemungkinan hamil setelah berhubungan seksual saat sedang menstruasi memang terbilang kecil. Namun, hal ini berlaku untuk wanita dengan siklus menstruasi 28-30 hari atau lebih panjang. Sedangkan pada wanita dengan siklus menstruasi lebih pendek dari itu, memiliki kemungkinan hamil yang sedikit lebih besar ketika berhubungan seksual saat menstruasi.

Berkaitan dengan Siklus Menstruasi
Wanita yang memiliki siklus menstruasi pendek tetap bisa hamil, jika berhubungan seksual di masa menstruasi. Penyebab kehamilan saat menstruasi adalah karena sperma dapat bertahan hidup dalam tubuh wanita hingga 5-7 hari setelah hubungan seksual.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut:
Jika siklus menstruasi kamu lebih pendek, misalnya 21-24 hari sekali, itu berarti kamu akan mengalami ovulasi lebih cepat dari umumnya. Jika sperma dapat hidup dalam tubuh wanita selama beberapa hari, dan kamu berhubungan seksual di akhir masa menstruasi, maka kamu bisa jadi akan hamil 4-5 hari kemudian.

Kalaupun periode menstruasi kamu 28-30 hari sekali, kamu tetap dapat hamil jika melakukan hubungan seksual di akhir masa menstruasi. Jika menstruasi terjadi selama kurang lebih seminggu, dan ovulasi terjadi antara hari ke-11 dan ke-21, maka kehamilan dapat terjadi.

Jika kamu berhubungan seksual pada hari ke-7, sedangkan menstruasi berhenti di hari ke-6, dan ovulasi terjadi pada hari ke-11, sperma masih dapat menunggu di tuba falopi pada hari ke-6 untuk pembuahan.

Tidak jarang terjadi salah menghitung siklus menstruasi, karena timbul flek atau perdarahan ringan sebelum atau sesudah masa menstruasi. Kondisi ini kadang salah dianggap sebagai menstruasi sehingga dapat menyebabkan kehamilan.

Jika berhubungan seksual di akhir masa menstruasi masih cukup mungkin menyebabkan kehamilan, sebaliknya peluang hamil saat berhubungan seksual tepat sebelum masa menstruasi sangat kecil, karena sel telur hanya bertahan 12-24 jam setelah pembuahan. Bahkan bisa dibilang bahwa hari sebelum menstruasi adalah saat paling aman bagi kamu untuk berhubungan seksual tanpa kekhawatiran hamil.

Menggunakan kondom saat berhubungan seksual di masa menstruasi dapat mengurangi peluang kehamilan. Kondom juga penting untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual, seperti HIV, yang lebih berisiko tersebar lewat darah haid. Sebab, saat ini leher rahim yang lebih terbuka meningkatkan risiko infeksi jika hubungan seksual dilakukan tanpa kondom.

Penjelasan dari Segi Medis
Jika dilihat dari segi medis, berhubungan seks saat menstruasi memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

Jika Anda mengalami gejala seperti kram, perasaan sedih, atau depresi selama menstruasi, seks saat menstruasi mungkin akan bermanfaat. Karena saat orgasme, Anda akan melepaskan hormon endorfin yang rupanya dapat mengurangi beberapa gejala nyeri saat menstruasi. Endorfin adalah hormon yang bisa membuat seseorang merasa senang sehingga bisa meredakan depresi atau bad mood.

Berhubungan seks saat menstruasi juga bisa memberi kepuasan yang lebih.Alasannya, karena terjadi perubahan hormon pada wanita yang sedang haid sehingga membuat mereka merasa lebih bergairah.

Baca Juga :Berhubungan Seks Saat Hamil

Kendati seks saat menstruasi bermanfaat bagi Anda, namun ada pula risikonya, di antaranya:

Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit menular seksual dibandingkan melakukan hubungan seks di luar masa menstruasi. Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka, sehingga memungkinkan darah untuk masuk ke dalamnya. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk menuju rongga panggul.
Anda juga lebih mungkin untuk menularkan penyakit HIV dan hepatitis ke pasangan saat kondisi seperti ini, karena lebih banyak cairan tubuh atau darah yang keluar.

Vagina Anda memiliki kadar potential Hydrogen (pH) 3,8 hingga 4,5 setiap bulan. Namun selama menstruasi, kadar pH tersebut meningkat karena tingkat pH darahnya menjadi lebih tinggi, dan hal ini menyebabkan ragi atau jamur menjadi tumbuh lebih cepat. Gejala infeksi jamur vagina lebih cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi, dan berhubungan seksual saat itu dapat memperburuk gejala yang ada.

Seks saat menstruasi juga memiliki risiko untuk hamil. Walau kecil, namun tetap ada kemungkinan Anda akan hamil ketika berhubungan intim tanpa pengaman atau kontrasepsi saat menstruasi. Untuk menghindari kehamilan, gunakan kondom saat bercinta.

Tips Dalam Variasi Bercinta
Buat Anda yang ingin mencoba melakukan hubungan seks saat menstruasi, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini, misalnya:

Jangan melakukannya ketika darah haid sedang mengalir dengan derasnya seperti hari pertama atau kedua, demi menjaga kebersihan tempat tidur Anda dari darah. Untuk menghindari noda darah, Anda dapat menaruh alas seperti handuk. Jangan khawatir pula jika melihat gumpalan darah berawarna merah atau cokelat gelap selama atau setelah berhubungan seks, karena hal itu adalah normal.

Anda bisa mencoba untuk menggunakan kondom wanita yang dapat membantu mengurangi jumlah darah yang mungkin keluar saat berhubungan seks. Selain itu, Anda juga dapat mencoba posisi misionaris yang berguna untuk membatasi aliran darah yang keluar.

Bercinta di bawah pancuran kamar mandi juga bisa menjadi pilihan. Namun, hal ini tetap memiliki risiko, seperti darah akan tercecer di tubuh Anda dan juga pasangan. Ketika Anda melakukan seks saat menstruasi, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik dengan darah tersebut, agar aktivitas bercinta tidak terganggu.

Tapi sekali lagi perlu diingat, berhubungan seksual saat menstruasi bisa menimbulkan risiko tersendiri, terutama jika tidak dilakukan secara aman. Bagi Anda yang ingin menyalurkan hasrat, namun tidak ingin melakukan hubungan seksual yang melibatkan penetrasi, ada alternatif lain yang bisa Anda coba, seperti:

Pijatan sensual. Anda tidak perlu mahir memijat seperti tukang pijat pada umumnya. Pijatan di sini lebih ditujukan untuk menggoda pasangan dan membangkitkan libidonya. Pijat dengan perlahan-lahan bagian-bagian tubuh pasangan Anda yang sensitif, terutama bagian paha dan bokong. Anda juga bisa merangsang pasangan Anda dengan menyentuh bagian putingnya yang juga sensitif.

Mandi bersama juga bisa menjadi pilihan. Anda bisa membersihkan tubuh dan rambutnya. Sensasi yang diberikan saat mandi bersama pasangan akan mampu memelihara dan membangkitkan gairah seks yang ada. Mandi bersama dapat memberikan sentuhan-sentuhan lembut kepada pasangan untuk merekatkan keintiman dan menjadi pilihan ketika Anda tengah menstruasi. Namun, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik saat melihat darah menstruasi Anda.

Seks merupakan hal penting dalam urusan rumah tangga. Namun, jangan menjadikannya sebagai beban. Jika Anda merasa tidak nyaman melakukan seks saat menstruasi, katakan kepada pasangan Anda. Membina hubungan suami istri tidak melulu berkaitan dengan urusan ranjang. Banyak hal lain yang bisa Anda dan pasangan lakukan untuk menciptakan suasana romantis. Pada lain sisi, jika Anda dan pasangan merasa nyaman melakukannya, maka lakukanlah hubungan seksual saat menstruasi dengan penuh cinta kasih.