Metode Tes Kehamilan Zaman Dulu

Metode Tes Kehamilan Zaman Dulu – Pada zaman dulu, tes pack belumlah tersedia dan tidak ada banyak hal yang dapat di lakukan untuk mengetes kehamilan pada seorang ibu. Lalu bagaimana cara tes kehamilan pada zaman dulu?

1. Menggunakan gandum dan jelai
Salah satu tes kehamilan yang paling kuno berasal dari Mesir pada 1350 SM. Kala itu, untuk menguji kehamilan, perempuan akan buang air kecil di atas biji gandum dan jelai selama beberapa hari. Jika gandum yang bertunas, artinya perempuan tersebut sedang hamil anak perempuan. Jika jelai bertunas, dia sedang hamil seorang anak laki-laki. Jika tidak ada yang tumbuh, artinya perempuan tersebut tidak hamil.

Menariknya, tes ini ternyata benar-benar berhasil. Menurut laporan National Institutes of Health tahun 1963, eksperimen laboratorium menemukan bahwa urine perempuan hamil dapat membuat benih gandum dan jelai bertunas. Para peneliti memperkirakan bahwa tingkat estrogen yang lebih tinggi dalam urine perempuan hamil dapat merangsang perkecambahan biji. Akan tetapi, tes ini tidak mampu memprediksi jenis kelamin anak.

Metode Tes Kehamilan Zaman Dulu

2. Melihat mata
Pada abad ke-16, seorang dokter bernama Jacques Guillemeau mengklaim bahwa kita dapat mengetahui apakah seorang perempuan sedang hamil atau tidak dengan melihat mata. Menurut Guillemeau, saat kehamilan memasuki bulan kedua, pupil mata akan mengecil, kelopak mata terkulai, dan pembuluh darah kecil bengkak di sudut mata.

Anggapan Guillemeau mungkin tidak benar, tetapi dia benar tentang satu hal, yaitu mata dapat berubah selama kehamilan dan memengaruhi penglihatan, menurut penjelasan laman Baby Center. Karena alasan tersebut, ibu hamil disarankan untuk tidak menggunakan softlens karena mata jadi lebih mudah kering dan tidak nyaman.

Baca Juga : Risiko Kehamilan yang Tidak diRencanakan

3. Chadwick’s Sign
Pada awal kehamilan, yaitu saat usia kehamilan berada di antara enam hingga delapan minggu, serviks, labia, dan vagina mengalami perubahan warna menjadi kebiruan atau ungu-merah gelap, yang terjadi karena peningkatan aliran darah ke area tersebut. Perubahan pada kehamilan ini pertama kali diketahui oleh seorang dokter Prancis bernama James Chadwick pada tahun 1836

Setelah itu, Chadwick membawa penemuan ini pada pertemuan American Gynecological Society dan metode ini dikenal dengan Chadwick’s Sign. Namun, karena metode ini mengharuskan dokter untuk memeriksa vagina guna melihat tanda itu, maka metode ini jarang digunakan.

4. Piss prophet
Pada Abad Pertengahan, tes kehamilan dilakukan dengan melibatkan urine seorang perempuan. Dijelaskan dalam laman Live Science, tes ini dilakukan dengan memasukkan jarum ke dalam botol berisi urine, jika jarum berubah menjadi merah karat atau hitam, artinya perempuan itu hamil. Metode ini disebut sebagai piss prophet.

Tes populer lainnya dilakukan dengan mencampurkan wine dengan urine dan mengamati perubahan yang dihasilkan. Karena alkohol dapat bereaksi dengan protein dalam urine, tes ini mungkin efektif jika dianalisis oleh seseorang yang memiliki pengetahuan mengenai perubahan terkait warna apa yang harus dicari.