cara menyusui asi yang benar pada bayi

2 2

Tips Menyusui Anak yang Baru Lahir – Kebanyakan ibu yang telah melakukan proses persalinan akan menyusui anaknya dengan ASI. Beberapa ibu mungkin ada yang ASI nya tidak keluar dan ada juga yang malah banyak mengeluarkan susu. Berikut adalah car ayang tepat dalam menyusui

1. Inisiasi menyusui dini (IMD)
Segera setelah bayi lahir, Mama sebaiknya melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Dikutip dari situs Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), sebagian besar bayi baru lahir bisa menyusu sendiri jika diletakkan di dada ibunya segera setelah proses melahirkan.

Riset pun menunjukkan bahwa IMD memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk bayi tetapi juga untuk Mama. Meski Mama membutuhkan banyak istirahat setelah melahirkan, IMD tetap bisa dilakukan. Bahkan IMD bisa menjadi proses pertemuan pertama kali yang indah bagi Mama, Papa, dan juga buah hati tercinta.

Momen IMD juga bisa dimanfaatkan oleh Papa untuk membacakan doa di telinga si Kecil. Jadi pada dasarnya, inti dari IMD ini sendiri adalah kontak kulit antara Mama dan bayi, yang kemudian disusul dengan bayi akan menyusu sendiri dan ini sangat bisa dilakukan oleh bayi yang dilahirkan dengan proses operasi caesar sekalipun.

2. Cari posisi pelekatan yang tepat
Sebenarnya menyusui tidak menyakitkan untuk Mama, dengan catatan semua bagian puting dan sebagian areola bisa benar-benar masuk ke dalam mulut bayi (biasanya areola di bagian atas masih terlihat lebih banyak dibanding areola di bagian bawah).

Posisi pelekatan mulut bayi dengan payudara seperti ini membuat puting mama berada dekat sekali dengan langit-langit mulut bayi yang lembut. Pada posisi ini, dagu bayi menempel pada payudara dan hidungnya akan jauh dari payudara, jadi kepala bayi seperti mendongak.

Posisi seperti ini dapat memudahkan si Kecil untuk menyusu, Ma. Selain itu, perhatikan juga posisi badan bayi. Upayakan tubuh, kepala dan pundaknya berada dalam satu garis lurus menghadap Mama, sehingga perut bayi menempel ke perut atau badan mama.

3. Jangan lupakan juga kenyamanan mama
Suasana yang tenang dan tempat yang nyaman juga berperan penting saat Mama belajar menyusui di masa-masa awal menyusui.

Sayangnya, pada waktu ini seringkali terlalu banyak kerabat yang berkunjung untuk menjenguk. Akibatnya waktu mama untuk fokus belajar menyusui dan mencari posisi pelekatan yang tepat pun kadang-kadang terganggu.

Baca Juga :Pemikiran Dewasa Agar Gak Terjebak Toxic Relationship

Jika Mama juga mengalaminya, jangan ragu untuk menyampaikan bahwa Mama sedang butuh privasi untuk menyusui terlebih dahulu. Termasuk jika Mama saat itu masih berada dalam perawatan di rumah sakit.

4. Hindari buru-buru memberikan dot
Sulitnya menyusui secara lansung seringkali membuat para Mama baru panik dan pesimis bisa memberikan ASI untuk buah hatinya, sehingga memilih untuk menggunakan dot. Bahkan tak jarang pula ada yang memutuskan untuk memberikan susu formula.

Padahal, produksi ASI ibu yang baru melahirkan memang belum banyak. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya frekuensi si Kecil menyusu, produksi ASI pun akan semakin bertambah.

Sayangnya, hal ini seringkali diartikan bahwa ASI ibu kurang dan mulailah bayi diperkenalkan dengan dot dan susu formula. Padahal cara bayi mengisap dot berbeda dengan cara ia menyusu langsung dari payudara.

5. Tak ragu untuk berkonsultasi dengan konselor laktasi
Ketika Mama mengalami masalah atau hambatan saat menyusui si Kecil, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan konselor laktasi. Para pakar ini akan membantu Mama mendapatkan posisi pelekatan yang tepat, mencarikan posisi nyaman untuk Mama, serta membantu mengatasi masalah menyusui lainnya.

Selain di rumah sakit ibu dan anak, konselor laktasi kini juga banyak yang sudah membuat klinik mandiri, Ma.

Jika perlu, ajak juga suami atau anggota keluarga lain untuk mendampingi. Sebab diperlukan dukungan dari orang-orang di sekitar mama juga untuk melancarkan proses menyusui.