hipertensi dalam kehamilan menurut who 2018

Ketahui Jenis Hipertensi pada Kehamilan – Pada masa kehamilan banyak orang yang sangat waspada akan terjadinya sebuah penyakit yang mungkin bisa menimpanya dan hal tersebut sangatlah sangat merugikan jika benar terjadi. Maka dari itu sebisa mungkin kamu harus menjaga kehamilan kamu. Penyakit Hipertensi merupakan salah satu penyakit penyebab utama kematian di Indonesia. Seseorang dikatakan hipertensi atau sering disebut dengan tekanan darah tinggi ketika memiliki tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg pada pemeriksaan berulang.

Berikut ini adalah jenis-jenis hipertensi yang rentan terjadi pada kehamilan

Ketahui Jenis Hipertensi pada Kehamilan

1. Hipertensi kronis
Hipertensi kronis adalah kondisi ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih saat masa sebelum hamil atau ketika masa sebelum 20 minggu kehamilan. Hipertensi kronis pada ibu hamil ini seringkali tidak bergejala sehingga ibu hamil tidak mengetahui bahwa dirinya terkena hipertensi jika belum periksa ke dokter.

Hipertensi kronis ini jika dibiarkan akan dapat berkembang menjadi preeklamsia. Rajin-rajin memeriksakan kesehatan diri dan kandungan ya, Moms!

2. Hipertensi kronis dengan preeklamsia
Hipertensi kronis yang tidak terkontrol dengan baik dapat mengarah terjadinya tanda dan gejala preeklamsia atau eklamsia. Hipertensi kronis dengan preeklamsia menjadi penyakit komplikasi pada 20 persen ibu hamil dengan hipertensi kronis.

Hipertensi ini terjadi setelah masa 20 minggu kehamilan. Hipertensi kronis dengan preeklampsia ditandai dengan tekanan darah yang tinggi dan adanya protein dalam jumlah yang besar di urin atau biasa disebut dengan proteinuria.

Baca Juga : Metode Tes Kehamilan Zaman Dulu

3. Preeklamsia
Preeklamsia adalah tekanan darah tinggi yang terjadi setelah 20 minggu kehamilan, biasanya terjadi saat trimester akhir. Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein di dalam urin dalam jumlah yang banyak. Tanda lain dari preeklamsia adalah adanya kerusakan pada organ-organ lain seperti hati, ginjal, atau komplikasi lain yang berkaitan dengan darah.

Gejala dari preeklamsia selain tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam jumlah besar di dalam urin atau yang biasa disebut proteinuria, adalah wajah dan tangan bengkak, sakit kepala yang tidak usai, terjadi permasalahan padah penglihatan seperti penglihatan kabur, sakit pada perut bagian kanan atas, dan adanya masalah pada pernapasan.

4. Eklamsia
Preeklamsia yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan terjadinya eklampsia. Kondisi eklamsia jarang terjadi, namun eklamsia adalah kondisi kesehatan yang serius. Tanda dan gejala eklamsia sama dengan preeklamsia, namun pada eklamsia tekanan darah yang tinggi dapat berpengaruh pada otak sehingga dapat menyebabkan kejang bahkan koma pada kehamilan. Selain itu, eklampsia dapat menyebabkan mual, muntah, dan sedikit urin yang keluar. Eklamsia perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan masalah serius dan fatal bagi ibu dan janinnya.